Ibadah dan Doa Bersama Warnai Upaya Perdamaian di Dobo, Pemuda Besitua-Laser dan Kampis Sepakat Tempuh Jalur Penyelesaian

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama unsur TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat menggelar Ibadah dan Doa Bersama di sejumlah titik konflik di Kota Dobo, Kamis (6/8/2026) sore.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah meredam potensi bentrokan susulan sekaligus memperkuat upaya penyelesaian konflik yang terjadi antara pemuda Kompleks Besitua, Laser, dan Kompleks Kampis.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.30 WIT itu dipusatkan di Polsek Pulau-Pulau Aru, Jalan Kapten Malongi, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru. Ibadah dan doa berlangsung aman, tertib, serta mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat yang hadir.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, hadir langsung bersama Wakapolres Kepulauan Aru Kompol Djesy Batara, Danramil 1503-02/Dobo Kapten Inf. Edy Pattinam, Kepala Badan Kesbangpol Joel Gaite, Camat Pulau-Pulau Aru Ongki Goulap, para lurah, Dewan Adat Aru Tonci Galanggoga, Majelis Jemaat se-Kota Dobo, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Doa bersama dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Dobo, Pdt. Jacob Lokolo bersama perangkat pelayanan gereja. Setelah berkumpul di Polsek Pulau-Pulau Aru, rombongan tim doa bergerak menuju Kompleks Kampis untuk melaksanakan doa bersama dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pemuda agar menahan diri serta memberi ruang bagi proses penyelesaian konflik yang sedang ditempuh.

Selanjutnya, pada pukul 18.15 WIT, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kompleks Besitua untuk menggelar doa bersama dan menyampaikan imbauan serupa. Kegiatan kemudian berlanjut ke Kompleks Laser pada pukul 18.25 WIT dengan agenda yang sama, yakni memperkuat semangat perdamaian dan mengajak masyarakat menjaga keamanan lingkungan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama di pertigaan SD Inpres 4 Dobo sekitar pukul 18.50 WIT. Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol persatuan dan harapan agar seluruh masyarakat Kota Dobo dapat kembali hidup rukun serta meninggalkan segala bentuk permusuhan.

Terpantau, pada pukul 19.00 WIT, seluruh rangkaian ibadah dan doa bersama resmi berakhir dalam keadaan aman dan lancar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan tokoh agama dalam mencegah meluasnya konflik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Dobo.

Sebelumnya, melalui sejumlah pertemuan terpisah yang dilakukan di Kantor Camat Pulau-Pulau Aru bersama RT/RW Kompleks Laser dan Besitua, serta pertemuan antara Lurah Galaidubu dengan pemuda Kompleks Kampis dan para ketua RT/RW setempat, kedua belah pihak telah menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi melalui jalur damai.

Sebagai tindak lanjut, proses penyelesaian konflik dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/8/2026) pukul 14.00 WIT di Mapolres Kepulauan Aru dengan melibatkan perwakilan dari Kompleks Besitua, Laser, dan Kompleks Kampis.

Usai kegiatan, Wakapolres Kepulauan Aru, Kompol Djesy Batara menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya Kota Dobo, saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kami dari Polres Kepulauan Aru bersama pemerintah daerah, TNI, para lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, serta Jemaat GPM Dobo telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada semua pihak. Melalui doa bersama di titik-titik konflik ini, kami berharap situasi tetap aman dan masyarakat dapat menahan diri sambil menunggu proses penyelesaian yang akan dilakukan besok,” ujarnya.

Batara juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang dapat memicu konflik baru.

“Kami percaya bahwa dengan kebersamaan, doa, dan komitmen seluruh elemen masyarakat, perdamaian dapat terus terjaga di Kota Dobo. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua hari ini, besok, dan seterusnya,” tutupnya.