Dobo, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memacu upaya pencegahan dan pemulihan kerusakan pesisir pantai.
Memasuki hari keempat, Senin (27/4/2026), tim gabungan fokus mempercepat proses pembayaran material pasir dan batu milik warga di Dusun Marbali sebagai bagian dari langkah penertiban galian C untuk menekan kerusakan lingkungan yang kian parah.
Aksi pemulihan ini mendapat perhatian serius dengan hadirnya Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, yang turun langsung meninjau lokasi penimbunan material.
Kehadiran Bupati memastikan bahwa program penyelamatan pesisir di Dusun Marbali dan Desa Wangel berjalan sesuai rencana.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Fance G. Lololuan, SH., MH menjelaskan bahwa terdapat lima titik yang menjadi target penertiban.
Saat ini, tim masih memprioritaskan kawasan Marbali karena volume material yang sangat besar.
“Kami langsung membayar di tempat sesuai hasil pendataan KTP dan jumlah karung yang dimuat. Untuk tahap awal, fokus kami adalah pasir dan kerikil, setelah itu baru berlanjut ke material batu. Setelah kawasan Marbali selesai, baru kita berpindah ke lokasi yang lain,” jelas Fance.
Menariknya, material yang dibeli dari warga tidak dibawa keluar, melainkan dikembalikan ke alam untuk menutup titik-titik kritis. Petugas memindahkan pasir dan kerikil tersebut ke lubang bekas galian serta area talud di Tanjung Lampu dan taman kota.
“Ini adalah bagian dari pemulihan pesisir pantai. Materialnya kami tumpah kembali di tempat yang berlubang agar menjadi penguat talud dan menahan abrasi,” tambah Fance menekankan pentingnya langkah tersebut sebagai benteng alami pantai.
Meski dalam proses penertiban sempat diwarnai sedikit gejolak di tengah masyarakat, namun secara keseluruhan kegiatan pada hari keempat ini terpantau berjalan lancar, aman, dan kondusif berkat pendekatan tim gabungan.
Kabid Lololuan berharap melalui skema pembayaran langsung dan pemanfaatan material untuk pemulihan ini, kesadaran masyarakat akan bahaya galian C ilegal semakin meningkat.
Ia juga berharap kelestarian pesisir Aru dapat terjaga sehingga dampak abrasi tidak meluas dan mengancam pemukiman warga di masa depan.






