Sinergi Lintas Sektoral, UPP Dobo Siapkan Strategi Khusus Cegah Laka Laut Jelang Lebaran 2026

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Memastikan keamanan mudik di wilayah perairan, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H), Rabu (11/03/2026).

Rapat ini fokus pada pencegahan kecelakaan laut (Laka Laut), terutama di pelabuhan rakyat, guna mendukung tema penyelenggaraan tahun ini “Raih Kemenangan, Raih Ketenangan”.

Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurut S.E., menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat pada jalur-jalur kecil menuju Benjina dan wilayah kecamatan.

Pihaknya akan menempatkan personel khusus di pelabuhan rakyat untuk mengawasi kapal-kapal di bawah 7 GT agar tidak terjadi kelebihan kapasitas (over capacity).

“Kami memprioritaskan keselamatan di pelabuhan rakyat. Selain pengawasan personel, kami juga akan membagikan life jacket kepada para nelayan dan kapal angkutan rakyat sebagai langkah nyata mencegah fatalitas jika terjadi insiden di laut,” ujar Ruswan kepada wartawan di ruang kerjanya.

Terkait kondisi cuaca di Kepulauan Aru yang masih fluktuatif atau “abu-abu”, pihak UPP menegaskan bahwa keberangkatan kapal wajib menyesuaikan dengan edaran resmi BMKG.

Selain mobilitas penumpang, lanjut Ruswan, Rakor ini juga mengantisipasi kelancaran arus barang kebutuhan pokok agar stok di kecamatan-kecamatan tetap terjaga selama masa Lebaran.

Untuk armada pendukung, dipastikan KM Sabuk Nusantara 32 dan 71 telah menambah jalur di Kecamatan Aru Utara Marlasi, sehingga konektivitas wilayah tersebut dinyatakan aman.

Namun, koordinasi tambahan dengan armada dari Tual tetap dilakukan untuk memperkuat antisipasi lonjakan penumpang.

Rapat yang berakhir pada pukul 11.32 WIT tersebut menghasilkan beberapa poin teknis untuk segera diterapkan di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, antara lain ; Penerapan sistem pintu masuk dan keluar tunggal di dermaga untuk mengurai kemacetan, Penataan ketat proses embarkasi (naik-turun) barang dan penumpang.

Kemudian, pemeriksaan kelengkapan dokumen kapal angkutan rakyat dan pembatasan muatan berlebih, dan penyediaan posko kesehatan bagi penumpang yang mengalami gangguan kesehatan saat perjalanan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan daerah mulai dari Dishub Kepulauan Aru, Lanal Aru, Korwil BIN, Sat Polair, Basarnas, hingga perwakilan PT. Pelni Dobo.