Satgas TMMD Kodim 1503/Tual Pacu Pengerjaan 6 Rumah Warga di Kepulauan Aru

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat terus berkobar di Bumi Jargaria. Memasuki hari ke-14 pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Satgas Kodim 1503/Tual menunjukkan progres signifikan dalam rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Pulau-Pulau (PP) Aru.

Pada Senin (23/2/2026), Komandan Kodim (Dandim) 1503/Tual selaku Dansatgas TMMD, Letkol Inf Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., menyampaikan bahwa pengerjaan fisik di enam titik sasaran rumah warga kini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Proyek yang dimulai sejak dua pekan lalu ini difokuskan untuk memberikan hunian yang lebih sehat, kokoh, dan manusiawi bagi masyarakat kurang mampu.

Dandim 1503/Tual merincikan enam rumah warga yang sedang dalam tahap pengerjaan intensif oleh personel Satgas bersama masyarakat setempat:

✓Kelurahan Siwalima: Dua unit rumah milik Bapak Yacob Sahuleka dan Bapak Karel Mantaiborbir terus dikebut. Keduanya merupakan warga yang sangat membutuhkan perbaikan struktur bangunan agar layak huni.

✓Desa Durjela: Pengerjaan menyasar wilayah pinggiran, tepatnya di kediaman Bapak Jefry Rahanjaan (KM 9) dan Ibu Wa Ati (KM 8). Keduanya menjadi prioritas karena kondisi bangunan awal yang sudah mulai lapuk dimakan usia.

✓Kawasan Jalan Pandopo: Rumah milik Ibu Lenci Siarukin yang terletak di Jalan Pandopo 1 (belakang kantor Dewan Lama) kini sudah memasuki tahap pemasangan komponen vital bangunan.

✓Misi Kemanusiaan untuk Anak Yatim: Salah satu sasaran yang mendapat perhatian khusus adalah rumah milik Muh Ali Haji Adinara Rahabav, seorang anak yatim piatu yang tinggal di Jalan Kopi-Kopi, belakang Kantor Bupati.

Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan tempat tinggal yang nyaman bagi masa depannya.

Dandim 1503/Tual menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan bekerja tanpa mengenal lelah, meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan distribusi material.

“Di hari ke-14 ini, kami terus memantau setiap progres. Kehadiran TMMD bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi membangun kembali harapan warga. Kami ingin memastikan Bapak Yacob, Ibu Lenci, hingga ananda Muh Ali dapat segera menempati rumah barunya yang lebih layak,” ujar Dandim dalam keterangannya.

Sinergi antara prajurit TNI dan warga setempat menjadi kunci utama cepatnya progres pengerjaan di lapangan. Gotong royong yang tercipta membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah kekuatan utama dalam percepatan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pengerjaan dipastikan akan terus berlanjut dengan pengawasan ketat terhadap kualitas bangunan hingga mencapai target 100 persen sebelum penutupan program TMMD mendatang.