Dobo, Beritajar.com: Peningkatan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Yos Sudarso Dobo kini bersiap memasuki babak baru. Proyek pengembangan pelabuhan dan terminal penumpang yang menjadi urat nadi ekonomi Kepulauan Aru tersebut dinyatakan hampir rampung sepenuhnya.
Hingga saat ini, progres fisik secara keseluruhan telah menyentuh angka fantastis, yakni 99,99 persen.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut menegaskan bahwa pekerjaan utama (Inti) telah selesai. Saat ini, aktivitas di lapangan hanyalah sisa pemeliharaan ringan dan penyelesaian detail kecil oleh pihak rekanan.
“Pekerjaan tinggal 0,01 persen saja. Itu pun bukan pekerjaan inti, melainkan detail kecil seperti pemasangan partisi atau sekat di kamar mandi yang butuh waktu satu hari saja untuk kering sebelum dilanjutkan. Jadi, secara fungsional sebenarnya sudah tuntas,” jelas Ruswan saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jumat (6/2/2026).
Menepis Isu Miring dengan Transparansi
Dalam kesempatan tersebut, Ruswan mengajak awak media untuk meninjau langsung ke lokasi guna memastikan akurasi informasi yang beredar di masyarakat.

Langkah ini diambil untuk menghindari adanya pemberitaan sepihak atau spekulasi negatif mengenai keterlambatan proyek.
“Saya sudah panggil konsultan dan kita lihat bersama-sama. Saya ingin teman-teman media melihat langsung kondisinya supaya tidak ada dusta di antara kita. Jangan sampai dibilang kami berpihak. Berita itu harus akurat dan terpercaya, jangan asal buat berita tanpa melihat kondisi di lapangan,” tegas Ruswan.
Terkait isu yang sempat beredar mengenai kekurangan progres sebesar 10% pada bulan November lalu, Ruswan menjelaskan bahwa hal tersebut telah teratasi melalui percepatan pelapisan 361 tiang pancang yang kini sudah selesai 100 persen. Hal inilah yang mendongkrak progres fisik secara signifikan.
Transformasi Aset dan Fasilitas Modern
Pengembangan ini tidak hanya sekadar renovasi, tetapi juga penambahan aset negara yang signifikan. Fasilitas baru ini mencakup terminal penumpang modern serta perluasan dermaga yang kini memiliki sistem Causeway dan Trestle.
Sementara mengenai bangunan lama, seperti kantor dan terminal, Ruswan menjelaskan bahwa akan ada proses penghapusan aset melalui KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) agar tidak terjadi tumpang tindih nomenklatur Barang Milik Negara (BMN).
“Bangunan lama akan dihapus agar di dalam catatan aset kita hanya ada satu bangunan terminal baru yang luas dan modern. Proses di KPKNL biasanya cepat, hitungan minggu hingga satu bulan. Setelah disetujui, pihak ketiga akan segera melakukan pembongkaran bangunan lama untuk penataan lahan parkir,” jelas Ruswan yang belum setahun menjabat Kepala Kantor UPP Kelas III Dobo ini.
Peninjauan Lapangan
Usai memberikan keterangan, Kepala UPP Dobo didampingi staf dan kontraktor mengajak wartawan berkeliling melihat interior terminal. Ruang-ruang tunggu tampak bersih dan telah selesai dikerjakan.
Detail seperti pemasangan kloset dan plafon sedang dalam tahap penyelesaian akhir dan dipastikan rampung 100 persen dalam minggu ini.
Dengan rampungnya fasilitas ini, diharapkan pelayanan transportasi laut di Dobo akan semakin nyaman, aman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat Kepulauan Aru secara maksimal.






