Dobo, Beritajar.com: Kota Dobo, ibukota Kepulauan Aru, saat ini sedang mengalami krisis ayam potong yang parah. Stok ayam potong di kota ini habis, membuat masyarakat kesulitan mencari ayam untuk kebutuhan sehari-hari.
Agen dan toko-toko yang biasanya menjual ayam potong juga habis diborong pedagang, membuat situasi semakin sulit.
“Hampir satu minggu ayam habis di toko-toko sehingga kami susah dapat,” kata Ijah, seorang ibu rumah tangga di Dobo, Kamis (5/1/2026).
Menurutnya, ayam potong yang dijual di kota Dobo biasanya didatangkan dari luar Dobo, seperti Ambon dan Surabaya. Kadang-kadang, jika tidak ada stok dari daerah tersebut, pedagang bahkan mendatangkan ayam potong dari Tual.
Selain itu, harga ayam potong yang biasanya ditaksir antara Rp 40.000 hingga Rp 65.000 per ekor, kini melambung tinggi karena kesulitan stok.
Ia juga mengaku, harga ayam potong bisa tembus Rp 70.000 bahkan Rp 90.000 per ekor, membuat masyarakat semakin kesulitan.
“Kami tidak tahu apa yang menyebabkan ayam potong habis, tapi yang pasti kami sangat kesulitan mencari ayam untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Pedagang ayam potong di Dobo juga mengalami kesulitan. “Kami tidak bisa menjual ayam karena stok habis. Kami berharap segera ada pasokan ayam potong baru agar kami bisa kembali berjualan,” kata seorang pedagang Udin .
Krisis ayam potong di Dobo ini membuat masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.
“Kami berharap ada solusi cepat untuk mengatasi krisis ayam potong ini,” katanya.
Saat ini, masyarakat Dobo terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein, seperti ikan atau daging lainnya. Namun, ayam potong masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga di Dobo.
Olehnya, pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi krisis ayam potong di Dobo dan memastikan ketersediaan ayam potong bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.






