Dobo, Beritajar.com: Sebanyak 54 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Penyematan penghargaan tersebut dilakukan oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel secara simbolis bertepatan dengan peringatan HUT ke-54 Korpri, Senin (1/12/2025) di Halaman Kantor Bupati setempat.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 60/TK/2025 sebagai bentuk apresiasi negara kepada aparatur sipil yang telah menunjukkan kesetiaan, kedisiplinan, kejujuran, kecakapan, serta pengabdian berkelanjutan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Para penerima terdiri dari ASN dengan masa pengabdian 10, 20, hingga 30 tahun.
Sebelumnya dilakukan upacara peringatan HUT KORPRI Ke-54 yang diikuti oleh ASN di lingkungan Pemkab Kepulauan Aru tersebut berlangsung dengan hikmad.
Dalam sambutannya, bupati Kaidel menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dharma bakti, dedikasi, dan loyalitas kepada seluruh ASN yang selama lebih dari setengah abad dalam menjalankan tugas negara.
“Saudara telah bekerja dengan sepenuh jiwa, profesional, dan penuh pengabdian demi kemaslahatan masyarakat, kejayaan bangsa, dan kemajuan negara,” ucapnya.
Dikatakan, pada peringatan ke-54 ini, mari kita jadikan momen ini sebagai Apel Kesiapsiagaan KORPRI untuk menutup tahun 2025 dan memasuki tahun 2026.
Kaidel juga mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengokohkan Delapan Tekad Kesiapsiagaan KORPRI, yaitu :
Pertama, memperkuat persatuan dan soliditas korps, menjadikan KORPRI sebagai rumah besar ASN yang kokoh dan setia pada NKRI.
Kedua, menegakkan netralitas dan integritas, menjunjung etika jabatan, kejujuran, disiplin, dan kerja tuntas.
Ketiga, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, membangun budaya kerja unggul berbasis merit.
Keempat, menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab, serta menjauhi korupsi, kolusi, nepotisme, dan pungutan liar.
Kelima, siaga bencana, saling membantu dan hadir bagi daerah yang terdampak musibah.
Keenam, meningkatkan pendapatan negara dan daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8% dan mencegah kebocoran anggaran.
Ketujuh, KORPRI mengawal reformasi birokrasi, untuk menyelesaikan masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, serta meningkatkan kesejahteraan ASN dan pensiunan.
Delapan, menjaga nama baik KORPRI dan ASN, menjadikan setiap karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa.
“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tulus, KORPRI akan terus menjadi kekuatan moral, sosial, dan birokrasi yang meneguhkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berkeadilan,” ungkap Kaidel.
Diungkapkan, tidak ada pilihan lain kecuali KORPRI harus kompak, solid, satu suara, dan satu langkah dalam memperjuangkan kepentingan aparatur serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
KORPRI adalah wadah tunggal seluruh ASN rumah yang menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan nasional.
“Saya juga mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus berinovasi, memperkuat pengabdian, serta bekerja sepenuh hati untuk kemajuan bangsa dan negara. Pengabdian saudara senantiasa dinantikan oleh masyarakat,” pungkas Bupati Kaidel.






