Buka Pameran Karya Kokurikuler, Bupati Kaidel: Jadilah Generasi Yang Bangga Menjadi Anak Aru

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel resmi membuka Pameran Gelar Karya Kokurikuler SMP/MTS, pada Selasa (25/11/2025).

Acara yang berlangsung di Lapangan Yos Sudarso Dobo itu mengusung tema ” Melestarikan Kearifan Lokal Berbasis Budaya Aru”.

Dalam sambutannya, Bupati Kaidel menyebut bahwa Pendidikan hari ini bukan lagi sekadar tentang seberapa tinggi nilai akademik yang diraih di atas kertas.

Pendidikan masa kini, melalui semangat kurikulum merdeka, menuntut keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter.

“Acara gelar karya ini adalah bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya menjadi menara gading keilmuan, tetapi juga menjadi benteng pertahanan budaya. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi dinas pendidikan dan seluruh SMP/MTS yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ungkap Kaidel.

Kaidel bilang, di tengah derasnya arus globalisasi dan disitalisasi yang masuk hingga ke pelosok – pelosok pulau, ada kekhawatiran bahwa anak -anak kita akan lebih mengenal budaya asing daripada budaya leluhurnya sendiri.

Namun, melihat semangat yang terpancar hari ini, kekhawatiran itu perlahan sirna.

“Tema Melestarikan Kearifan Lokal Berbasis Budaya Aru adalah pengingat bahwa identitas kita sebagai orang Aru sebagai Ursia dan Urlima adalah harta yang tak ternilai,” ujar Kaidel.

Selain itu, dikatakan, Kepulauan Aru, bumi Jargaria dikenal dunia bukan hanya karena mutiaranya yang berkilau di dasar laut, atau cendrawasih yang menari indah di hutan – hutan kita.

Lebih dari itu, mutiara sesungguhnya adalah kearifan lokal yang diwariskan oleh tete nene moyang kita. Nilai -nilai gotong royong, tradisi sasi untuk menjaga alam, seni ukir, anyaman, tarian adat, hingga filosofi hidup saling menghormati adalah “Kurikulum Kehidupan” yang sesungguhnya.

“Melalui pameran ini, saya melihat anak – anak kita sedang belajar mencintai akarnya dari karya – karya yang dipamerkan hari ini, dan Saya optimis jika di tangan SMP/ MTS budaya kita bisa dikemas seindah ini, maka masa depan Aru pasti cerah,” katanya.

Bupati Timo juga menyampaikan, ketika mereka mengolah sagu menjadi kuliner modern, mereka belajar tentang kebersamaan. Ketika mereka memamerkan kerajinan tangan khas Aru, mereka belajar ketahanan pangan lokal.

Tak hanya itu, ketika mereka menarikan tarian adat, mereka belajar tentang harmoni dan tentang ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Ini adalah bentuk nyata dari 8 dimensi profil lulusan yang kita cita-citakan. Siswa yang beriman, mandiri, kreatif, namun tetap berkepribadian indonesia yang berakar kuat pada budaya daerahnya.

“Jadilah generasi yang bangga menjadi anak Aru. Jangan malu berbahasa daerah, jangan malu melestarikan seni tradisi. Dunia boleh berubah menjadi semakin canggih, teknologi boleh semakin maju, tetapi karakter dan jati diri kalian sebagai putra-putri Jargaria tidak boleh luntur,” tegas Kaidel.

Dirinya berpesan agar genggam lah dunia dengan satu tangan, dan genggam lah budaya Aru dengan tangan yang lain.

“Kepada ibu, bapak guru, terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membimbing anak-anak kita. Teruslah gali potensi lokal yang ada di sekitar sekolah. jadikan alam dan budaya Aru sebagai laboratorium belajar yang hidup. Ibu, Bapak adalah ujung tombak dalam menjaga warisan peradaban kita agar tidak punah ditelan zaman,” tutur bupati.