Lestarikan Budaya Aru, Sanggar Merpati Gelar Fertival Tambaroro dan Pagelaran Seni Musik

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Sanggar Merpati kembali menunjukkan kiprahnya dalam melestarikan seni tradisi. Kali ini, sanggar asal Kepulauan Aru itu menggelar Festival Tambaroro dan Pagelaran Seni Musik yang berlangsung di pantai Batu Kora desa Wangel, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Sabtu (27/09/2025).

Terpantau, kegiatan yang melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku ini dilaksanakan diawali dengan doa bersama yang dibawakan oleh Pdt. Ros Galaigoy dan dilanjutkan dengan laporan Ketua panitia, Maritje Galandjinjinay.

Perwakilan BPK Wilayah XX Maluku, Anita Latupeirissa, S.Sos dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada sanggar Merpati sebagai penyelanggara kegiatan Festival dan pagelaran seni musik di wilayah Aru.

Dikatakan, salah satu fungsi balai Kebudayaan yaitu mendukung wadah-wadah yang dibentuk oleh masyarakat, khususnya generasi muda untuk mengangkat dan memajukan budaya bangsa.

“Khusus di provinsi Maluku, balai budaya telah membantu kegiatan yang diselenggarakan oleh 28 sanggar pada 11 kabupaten/Kota, termasuk di Kepulauan Aru. Dimana sanggar Merpati Aru merupakan sanggar ke 20 yang difasilitasi oleh pemerintah melalui Balai Kebudayaan Maluku.

Disampaikan punya bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana penguatan identitas, pemajuan kebudayaan, serta pelestarian nilai luhur, tradisi dan kebiasaan masyarakat Aru, sehingga diharapkan menjadi ajang, ruang ekspresi dan refleksi bersama dalam melestarikan serta mengembangkan kebudayaan Maluku.

Pamong Budaya Ahli Muda ini juga menambahkan, Kepulauan Aru sangat kaya, dengan kekayaan budayanya yang berlimpah, namun belum satupun dari sekian banyak budaya tersebut dijadikan sebagai warisan budaya nasional.

Oleh karena itu, diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan para stakeholder, untuk gencar mengangkat dan perkenalkan kebudayaan Aru agar lebih diakui oleh pemerintah dan semua pihak.

“Satu harapan dari balai pelestarian kebudayaan bahwa warisan budaya di kabupaten Kepulauan Aru, belum ada yang ditetapkan sebagai warisan budaya Nasional. Untuk itu, kami sangat mengharapkan salah satu sanggar dari Aru agar tercacat di kementerian kebudayaan yang baru di tahun 2025,” pintah Latupeirissa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru, Adolof Pokar, Ketua Lembaga Adat, Tonci Galanggoga serta tamu undangan lainnya. (*)