Dobo, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan menggelar apel bersama dan aksi bersih lingkungan di halaman kantor bupati setempat, Kamis (5/6/2025).
Peringatan tahun ini mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”.
Acara ini dipimpin oleh Wakil Bupati Aru, Drs. Mohammad Djumpa dan dihadiri Forkopimda dan jajaran OPD lingkup Pemkab Aru.
Wakil Bupati Muhammad Djumpa dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq. Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan moral dan momentum kesadaran kolektif akan krisis sampah plastik.
Dikatakan, Tema tahun ini “Hentikan Polusi Plastik” bukan sekedar slogan. Ini wujud tanggung jawab kita menjawab tantangan utama ancaman planet yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi (UNEP,2022).
“Ketiganya saling berkaitan, dan polusi plastik adalah simbol sekaligus akibat dari cara hidup yang berkelanjutan,” ucapnya.
Menurutnya, polusi plastik adalah bom waktu ekologis. Menurut UNEP (Drowning in Plastics, 2021), dunia saat ini memproduksi lebih dari 400 juta ton plastik setiap tahun, namun hanya kurang dari 10% yang berhasil di daur ulang.
“Sisanya mencemari tanah, sungai, laut dan bahkan telah terdeteksi dalam rantai makanan manusia. Di Indonesia, situasinya tak kalah memprihatinkan,” ujar Djumpa sebagaimana dalam sambutan menteri.
Tanpa upaya luar biasa, pada tahun 2028, seluruh TPA di Indonesia diproyeksikan akan penuh dan tak lagi mampu menampung sampah (KLHK,2025).
Dampak yang ditimbulkan dari “Polusi Plastik” sangat serius: Ekosistem laut rusak, Biota seperti penyu, burung laut, dan ikan tercemar, Nelayan kehilangan sumber penghidupan, Biaya pengelolaan meningkat drastis, Pariwisata menurun karena pantai yang tercemar.
Pemerintah Indonesia telah menegaskan target besar: 100% pengelolaan sampah pada tahun 2029, sebagaimana tertuang dalam RPHMN 2020-2024 dan arahan langsung Bapak Presiden.
Menteri juga menyerukan agar kepala daerah segera buat perda pelarangan plastik sekali pakai, Bangun bank sampah dan fasilitas daur ulang lokal, Terapkan zero waste to landfill sebagai visi Bersama.
Selain itu, jadikan sekolah, pasar, tempat ibadah, dan kantor sebagai ruang edukasi hidup tanpa sampah.
Menteri juga memberikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2025. Kalian semua adalah teladan hidup, saksi dan dedikasi, konsistensi dan keberanian dalam menjaga bumi, kadang tanpa sorotan, tanpa insentif, namun dengan penuh cinta dan tanggung jawab.
“Saudara-saudara adalah pengingat bahwa perubahan besar bisa lahir dari Tindakan kecil yang terus-menerus,” pesannya.
Kepada generasi muda Gen-z dan Gen-Alpha adalah agen perubahan. Menteri berharap Jadilah pelopor gaya hidup minim plastik:
“Bawa botol minum sendiri,
Tolak sedotan plastik, Gunakan tas belanja sendiri, Pilih produk lokal yang berkelanjutan, Aktif ajak teman-temanmu untuk mulai Kelola sampan dan edukasi lingkungan melalui media sosial kalian,” ajaknya.
“Kalian bukan penonton. Kalian penentu arah Sejarah. Hari ini adalah panggilan bukan hanya untuk sadar, tapi untuk bertindak Bersama,” tambahnya lagi.
Dirinya menambahkan setiap Langkah kecil memilah sampah, menolak sampah sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan akan menciptakan gelombang perubahan besar.
“Bumi tidak membutuhkan kita.
Kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kita wariskan alam yang bersih, bukan krisi yang ditinggalkan,” tandas Menteri Nurofiq.
Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati Djumpa menyerahkan sejumlah piagam penghargaan Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata) bagi sejumlah sekolah di Dobo.






