Dobo, BeritaJar.com: Pemilik tempat wisata Pasir Karunia, Yosef Karatem mengancam akan mempolisikan pihak PT. Pertamina Patra Niaga (Marketing Operational Region VIII Full Terminal Dobo), Jumat (21/3/2025).
Hal ini berkaitan dengan pencemaran air bersih dilokasi wisata miliknya akibat terjadi kebocoran pada salah satu tangki solar berkapasitas 2000 KL.
“Rencananya Jumat besok saya akan melaporkan Pertamina di Polres Kepulauan Aru, terkait pencemaran air bersih akibat kebocoran minyak,” ungkap Karatem kepada sejumlah wartawan di lokasi tempat wisatanya, Kamis (20/03).
Menurut dia, sudah tiga hari ini air sumur bor miliknya sudah tidak bisa di pakai lagi, karena telah tercemar tumpahan solar dari tangki pertamina.
“Bahkan, Katong buka kran air saja sudah bau pekat dan air sudah berubah warna yang dulunya putih jernih kini sudah berwarna kekuning-kuningan. Selain itu, di sumur bor ketika dibuka penutup sudah berubah warna menjadi kecoklatan,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Karatem mengaku, sudah tiga hari ini tidak ada pengunjung yang datang di tempat wisatanya, bahkan ketika beberapa hari lalu ada pengunjung yang mandi dan airnya bau mengakibatkan tidak ada lagi yang datang.
Olehnya, ditakutkan, sejumlah tempat yang sudah di pesan pengunjung jelang hari raya nanti juga batal, dan itu sangat merugikannya.
“Sampai hari ini pihak Pertamina seakan cuci tangan dari masalah yang kita hadapi, baru hari ini ada petugas yang datang untuk melihat dan mengambil sample air,” kata Karatem.
Dirinya juga mengaku, rembesan (bocor) dari salah satu tangki minyak solar berkapasitas 2000 kilo liter tersebut telah terjadi sejak dua pekan terakhir.
“Bahkan katong sandiri saksikan petugas kumpul minyak lalu isi dalam ember baru kasih masuk ke dalam blong (drum),” tutur Karatem.
“Pemandangan ini katong liat setiap hari selama dua Minggu itu, hingga kemarin pagi mereka paku senk tutup pagar agar tidak dilihat orang ketika mereka kerja kasih bersih,” sambungnya.
Sementara itu, ketika di konfirmasi dengan pihak PT. Pertamina Patra Niaga (Marketing Operational Region VIII Full Terminal Dobo), Wardin di ruang kerjanya, dirinya mengaku terkait hal tersebut, tidak bisa memberikan penjelasan karena tidak ada kewenangan untuk memberikan keterangan.
“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan terkait hal ini karena yang bisa kasih keterangan adalah Cormmrel Maluku dan Papua, pa Okky Aditya,” jelasnya singkat.
Namun, ketika di konfirmasi dengan Supervisor Cormmrel Pertamina Patra Niaga Regional Maluku-Papua, Okky Aditya, ia mengaku tidak bisa karena sementara mengikuti kegiatan buka bersama dengan panti asuhan.






