Dobo, BeritaJar.com: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Aru menggelar Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati serta Penyampaian Pidato Pertama Bupati Kepulauan Aru Masa Jabatan 2025-2030 di Ruang Sidang Sementara Sitakena, Dobo (17/3/2025).
Prosesi serah terima jabatan tersebut diawali penandatanganan berita acara serah terima jabatan. Mantan Bupati periode 2020-2025, dr. Johan Gonga menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru masa jabatan 2025-2030, Timotius Kaidel.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel dalam pidatonya menyampaikan bahwa proses Pilkada telah selesai kompetisi dan telah berakhir, pemenangnya adalah seluruh rakyat Kabupaten Kepulauan Aru.
Untuk itu, selanjutnya marilah kita bergandengan tangan bersama-sama saling bahu-membahu dan bersatu membangun Bumi Jargaria yang kita cintai bersama.
“Masyarakat Kepulauan Aru telah memberikan amanah untuk melanjutkan kepemimpinan dari mana pemimpin terdahulu, kami sadari sungguh untuk melanjutkan perjuangan mereka bukanlah perkara mudah, namun kami belajar dari perjalanan kepemimpinan mereka bahwa satu kunci untuk membangun Daerah ini adalah senantiasa menjaga semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Kaidel mengaku, semua bisa kita capai asal kita lakukan bersama-sama, untuk itu kami akan senantiasa merapat semangat kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru.
Selain itu, pihaknya mengajak serta berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan yang harmonis antara Pemerintah Daerah dan segenap Pimpinan serta Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru.
“Kami juga berkomitmen untuk juga meningkatkan kolaborasi dengan elemen pemerintahan lainnya, baik di Provinsi dan Pusat, maupun seluruh elemen masyarakat termasuk sektor Swasta di Kabupaten Kepulauan Aru,” ucap Kaidel.
Disamping itu mengajak semua untuk bahu membahu dalam membangun daerah ini. “Hal ini sangat penting dikarenakan ada banyak permasalahan pembangunan daerah yang harus kita selesaikan bersama,” jelas Kaidel.
Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plh. Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Maluku, Sartono Pining menyampaikan bahwa arahan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun 2025.
Memberi penegasan sekaligus signal kuat agar pemerintah daerah segera melakukan perubahan cara berpikir dan cara bertindak dalam pengelolaan anggaran yang lebih efisien, namun tetap berkinerja tinggi.
“Penyelarasan pemerintah daerah harus duduk kembali bersama-sama dengan DPRD guna melakukan setting ulang terhadap komposisi dan struktur APBD masing-masing yg telah ditetapkan,” katanya.
Olehnya ia berharap, nantinya dalam proses penyesuaian dan penyelarasan APBD tersebut, hendaknya target dan sasaran pembangunan dan pelayanan publik yang dikerjakan, harus lebih fokus dan menghasilkan indikator kinerja yang jelas dan terukur.
Kepada pimpinan dan anggota DPRD Kepulauan Aru, Gubernur Maluku juga mintakan untuk mendukung penuh kepemimpinan baru di daerah.
“Hal yang sama saya mintakan, dari jajaran forkopimda, instansi vertikal, tni/polri, sekda dan pimpinan opd beserta semua staf, bumd/bumn, partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh elemen masyarakat di bumi jargaria. Dukungan dan support penuh akan menjadi tambahan energi bagi mereka berdua menjalankan amanah mulia ini,” paparnya.
Diakhir sambutannya, Gubenur Maluku menambahkan bahwa
ingatlah, jabatan adalah kepercayaan sekaligus tumpuan harapan dari rakyat dan negara, karena seseorang dinilai punya kapasitas dan kompetensi.
“Tetapi lebih dari pada itu, jabatan sesungguhnya adalah amanah mulia yang dipercayakan tuhan kepada umat-nya dan pada waktunya masing-masing orang akan mempertanggung jawabkan pekerjaan-nya, baik di hadapan manusia maupun di hadapan tuhan,” pesannya.
Menutup serangkaian paripurna, Ketua DPRD Aru, Penny Silvana Loy menuturkan bahwa untuk melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh masyarakat di daerah ini.
“Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru bukan lagi milik partai pengusung dan partai pendukung, Tim Sukses, ataupun milik kelompok-kelompok tertentu semata, namun Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru saat ini sudah menjadi milik seluruh masyarakat Jargaria Sakwarisa,” kunci Loy mengakhiri.
Turut hadir pada Sertijab tersebut, mantan Bupati dr. Johan Gonga dan mantan Wakil Bupati Muin Sogalrey, Wakil Bupati Aru terpilih,Drs Mohammad Djumpa, Ketua DPRD dan jajarannya, Forkopimda Aru, Sekda, pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru serta tamu undangan lainnya.






