Buka Diskusi Multi Aktor Pendidikan, Wabup Aru Sampaikan 4 Poin Penting

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Indonesia mengajar sebagai sebuah gerakan keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat indonesia, ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan kita, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang hingga kini belum bisa kita wujudkan secara sempurna.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs Mohammad Djumpa dalam sambutan Bupati saat membuka Diskusi Multi Aktor Pendidikan di lantai II BPKAD Aru, Kamis (06/03/2025).

Djumpa katakan, program ini terafiliasi dengan semboyan Para “Lentera” Penerang di Ujung Indonesia, dimana Program Indonesia Mengajar mengirimkan para pelajar muda, aktor-aktor penggerak pendidikan ke seluruh pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Kepulauan Aru, demi memastikan semangat semua elemen masyarakat yang tergerak hatinya untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan.

“Selaku pemerintah daerah, saya memberikan apresiasi kepada adik-adik pengajar muda yang ditempatkan di Kepulauan Aru, mengabdi dalam program indonesia mengajar, yang sudah boleh memfasilitasi kegiatan ini dengan baik,” ucapnya.

Sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, Wabup Aru menyampaikan empat hal sebagai berikut;

Pertama, diskusi ini hendaklah menjadi wadah bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman dan praktik positif dalam implementasi Program Kemendikbudristek dalam upaya peningkatan literasi digital guru.

Selain itu, peran multi aktor analisis kebijakan pendidikan, hendaklah menjadi pilot project yang terus dikembangkan dalam berbagai inovasi mengajar yang kontekstual ditengah perkembangan zaman termasuk didalamnya perubahan di bidang pendidikan.

Kedua, peserta diharapkan dapat share potensi dalam pemanfaatan digital untuk pembelajaran di seluruh lapisan masyarakat serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hadir sebagai jembatan antar elemen di lingkungan pendidikan.

“Kuatkan interaksi antara pengajar muda dan masyarakat sehingga menjadi ruang interaksi positif untuk kemajuan pendidikan secara berkelanjutan,” kata Djumpa.

Ketiga, kuatkan visi dan misi indonesia mengajar ikut bertindak, meski hanya bagaikan menyalakan lilin yang kecil.

“Indonesia mengajar terdorong berbuat sesuatu yang terbaik yang bisa dilakukan demi kemajuan pendidikan di tanah air indonesia, khususnya di kabupaten Kepulauan Aru tercinta,” paparnya.

Keempat, kita semua yakin bahwa semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah. Pun begitu dengan masyarakat di seluruh pelosok tanah air, kita tak hadir sebagai pahlawan dengan ribuan harapan, pun juga tak hadir dengan jutaan kemampuan.

“Tetapi sebaliknya, kita meyakini bahwa masyarakat di sudut-sudut negeri ini telah berdaya terhadap dirinya sendiri, dan pengajar muda hanya menjadi pemantik untuk aksi-aksi lokal,” jales mantan Sekda Aru ini.

Mengakhiri sambutannya, Djumpa mengucapkan terima kasih kepada para narasumber serta adik-adikku pengajar muda indonesia, yang sudi meluangkan waktunya datang di Kabupaten Kepulauan Aru, memberi edukasi dan pelatihan yang berdampak pada peningkatan kapasitas para pegiat pendidikan.

“Terima kasih juga yang sama, saya sampaikan kepada semua stakeholder yang bersinergi melaksanakan kegiatan ini dengan baik, semoga berdampak hasil berkelanjutan,” tandas Djumpa.