Dobo, BeritaJar.com: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Aru melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Laporan Evaluasi Pemilihan Tahun 2024, Minggu, (23/02/2025) di lantai II Cafe Gospel.
Ketua KPU Kepulauan Aru, Halati Mangar menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai seluruh tahapan yang telah dilalui dalam penyelenggaraan pemilihan pada tahun 2024.
“Jadi menindaklanjuti hasil kegiatan rapat koordinasi penyusunan instrumen evaluasi pemilihan tahun 2024, maka dipandang perlu untuk KPU melaksanakan Focus Group Discussion dalam rangka evaluasi untuk penyelenggaraan tahapan pilkada di tahun 2024,” katanya saat membuka kegiatan tersebut.
Dikatakan Halati, evaluasi ini pentingnya dilakukan diskusi guna mengumpulkan saran dan masukan dari berbagai unsur, seperti partai politik, lembaga pemantau, Bawaslu dan insan pers.
“Sehingga apa yang menjadi catatan kita, itu yang akan kita sampaikan nanti ke KPU tingkat atas sehingga ini menjadi masukan untuk kami dalam menyusun kebijakan dan regulasi yang tentu bertujuan untuk menjadi perbaikan tahapan pemilihan berikutnya,” jelasnya.
Selain itu, menurut Halati, dilaksanakan kegiatan ini dimaksudkan agar KPU dapat memastikan bahwa setiap aspek penyelenggaraan pemilihan itu dapat berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi yang mengedepankan transparansi, keadilan dan juga akuntabilitas daripada pelaksanaan kegiatan Pilkada.
Selanjutnya kegiatan penyelenggaraan evaluasi ini diawali dengan pembuatan instrumen evaluasi yang mencakup desain evaluasi, dimensi dan indikator evaluasi serta instrumen penggalian data.
“Jadi maksud dari KPU melaksanakan kegiatan hari ini adalah kita mengevaluasi semua proses tahapan yang sudah dilaksanakan mulai dari pentahapan sampai pada pemungutan suara di tanggal 27 November yang lalu,” urai Halati.
Olehnya, dirinya mengajak semua peserta yang mengikuti kegiatan FGD, baik dari pimpinan partai politik, bawaslu, para sesepuh maupun segenap insan pers agar dapat memberikan berbagai informasi dan masukan yang nantinya menjadi bahan evaluasi KPU pada tahapan-tahan pilkada selanjutnya.
“Artinya kita sangat berkeinginan mendapatkan fitur dari kegiatan yang kita laksanakan ini sehingga menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya ketika kita melaksanakan pilkada atau pemilu, kira-kira seperti apa, pola yang ingin kita tambahkan atau kita perbaiki dari pelaksanaan Pilkada di tahun 2024 yang finisnya ada di tahun 2025,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Srikandi Aru ini juga menambahkan pelaksanaan FGD juga merupakan salah satu metode untuk mendapatkan aspek-aspek solusi untuk relevannya pilkada yang akan datang. “Itu fokus kita yang ingin kita dapat dari kegiatan di hari ini,” jelasnya.
Mengakhiri arahannya, atas nama penyelenggara, Ketua KPU menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya Pilkada serentak di Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu sehingga proses pentahapan yang kita laksanakan mulai dari proses pendaftaran di awal tahun 2024 hingga penetapan calon terpilih pada finishnya di tahun 2025 dengan baik, aman dan damai,” pungkas Halati.
Untuk diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Komisioner KPU Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Robert Tildjuir, Kadiv Teknis Thalib Gamarborbir, Divisi Sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SMD, Baco Djabumir dan 3 Narasumber yakni Imran Patikaloba (mantan Komisioner KPU Aru), Jordan Boro Bahy (mantan Komisioner Bawaslu Aru) dan Rocky S. Mantaiborbir selaku akademisi.







