Saat Kampanye Akbar Pelata Disoraki, Ternyata Ini Pemicunya

oleh -

Tiakur, BeritaJar.com : Jabatan Melky Lohi selaku penjabat bupati Maluku Barat Daya tiba tiba “dikudeta” oleh calon wakil bupati Maluku Barat Daya, Hengky Pelata.

Hal ini terjadi saat kampanye akbar pasangan calon bupati dan wakil bupati Maluku Barat Daya nomor urut 01, Hendrik Cristian yang berpasangan dengan Hengky Pelata, yang digelar Minggu (17/11/2024).

Dimana saat itu, ketika Hengky Pelata selalu orator kedua dipersilahkan menyampaikan orasi politiknya oleh pembawa acara, saat itu Hengky dengan ego dan jumawa menyapa Hendrik Cristian dengan sebutan bupati Maluku Barat Daya dengan sebutan bupati Maluku Barat Daya.

Sontak hal tersebut membuat warga dan beberapa massa peserta kampanye menjadi heran, lantaran Maluku Barat Daya telah memiliki bupati yang baru.

Selain “mengkudeta” Melky Lohy dari jabatannya selaku penjabat Bupati Maluku Barat Daya, Hengky Pelata dalam orasi politiknya juga mengancam salah satu kepala desa di Moa.

“Saudara hati hati saja, saya terpilih nanti selaku wakil bupati maka kamu itu orang pertama yang akan saya audit dana desa dan alokasi dana desanya, jadi anda hati hati saja,” ancam Pelata dari atas panggung.

Yang paling menarik adalah ketika calon wakil bupati Maluku Barat Daya dengan julukan Cristal itu melakukan kampanye dengan menyentil pembangunan Maluku Barat Daya. Saat itu Pelata langsung disoraki warga dengan meneriaki “selama lima tahun menjadi anggota DPRD Maluku dari dapil MBD, apa yang telah anda buat” teriak mereka.

Hendrik Cristian dalam orasinya dengan lantang menyatakan dirinya diperintahkan oleh Presiden Prabowo untuk menjadi bupati Maluku Barat Daya. Sontak pernyataan Hendrik Cristian ini lantas cemoh dan disoraki masyarakat.

Dalam kampanye tersebut, terlihat jelas pasangan Cristal ini tidak memiliki konsep. Pasalnya dalam kampanye tersebut baik Hendrik Cristian selaku calon bupati dan wakil bupati Maluku Barat daya tidak menyampaikan visi dan misinya, akan tetapi keduanya terkesan menyerang pemerintahan yang ada. (*)