Debat Pertama, Teman Juang dan Aru Maju Gagas Visi-Misi

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Dua kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Aru, Dra. Temy Oersipuny, M.Si-Hady Djumaidy Saleh, SH (Teman Juang) dan paslon Timotius Kaidel-Drs.Muhamad Djumpa, M.Si (Aru Maju) sampaikan Visi dan Misi pada debat pertama yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Aru, Rabu (13/11/2024) malam.

Paslon nomor urut satu dengan jargon “Teman Juang” pada Sekmen pertama menyampaikan Visi misinya yakni mewujudkan masyarakat kabupaten kepulauan Aru yang sejahtera, tangguh, berdaya saing berbasis keunggulan lokal dan berkelanjutan.

Selanjutnya, meningkatkan pelayanan dasar dan reformasi birokrasi, Pengembangan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, Pengembangan ekonomi berbasis sumberdaya lokal, Penguatan masyarakat hukum adat, Peningkatan konektifitas guna percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian program RT Keren, satu desa satu front, pasar digital dalam pemerintahan, pengembangan sentral ekonomi di kecamatan, penguatan masyarakat hukum adat dan revitalisasi budaya, program rumah ibu.

Oersipuny mengaku yang menjadi program unggulan mereka ada dua program unggulan, RT keren yakni program yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan RT dan akan di masukan dalam program pemerintah daerah kemudian dikembalikan kepada RT dalam bentuk swakelola dan kedua rumah ibu.

Dimana rumah tersebut menjadi wadah untuk pelatihan dan pembangunan khususnya ibu-ibu untuk bisa mandiri dengan produk lokal.

“Sementara untuk kaum bapa akan dibangun balai latihan kerja, sebenarnya sudah ada namun belum dimaksimalkan sama sekali dengan tujuan mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Sementara Paslon “Aru Maju” mengatakan, visi misi kita besar, yakni visi yaitu tentang bagaimana kita memajukan Aru, kedua tentang bagaimana orang Aru besok mandiri, ketiga bagaimana orang Aru bisa harmonis dan keempat bagaimana Aru di kenal di manca negara.

“Visi keempat ini yang akan kita promosikan Aru kedepan. Aru sebenarnya sudah di kenal dengan primadona sumber daya perikanan Aru di manca negara,” ujar Kaidel.

Dijelaskan, prodak-prodak komoditi perikanan menjadi komoditi ekspor perikanan di Aru dengan menyumbang 30 persen perikanan dunia dan 60 persen perikanan nasional tapi sekarang Aru belum di kenal.

Untuk itu, bagaimana memajukan Aru kedepan yaitu bagaimana Aru maju secara pembangunan, karena pembangunan ini mencerminkan visi besar lainnya.

“Tanpa pembangunan bagaimana kita bisa mengeksplorasi alam kita, bisa mengelola perikanan kita dengan baik, yakni kemajuan pembangunan kemajuan perikanan,” papar Kaidel.

Kaidel juga menambahkan, jika mereka terpilih, pembangunan pertama yang mereka buka adalah konektifitas perhubungan laut, darat dan udara. Transportasi ini sangat penting karena bagaimana kita bisa mengentaskan kemiskinan di daerah ini bila akses masih terkendala.

“Selanjutnya, konektifitas terbuka, maka 115 desa ini akan terbuka dengan mengakses hasil perikanan dapat di jual di kota kabupaten,” tuturnya.

Selain itu, mereka akan menggagas program ekonomi biru dan ekonomi hijau. Ekonomi biru yaitu laut karena Aru dikenal sebagai lumbung ikan nasional.

Disamping itu, kita akan jalankan sasi adat laut yang dulu dilupakan kini akan kita kembangkan lagi berupa sasi laut teripang disamping hasil perikanan lainnya seperti mutiara dan lainnya.

Sementara konomi hijau dari dulu kita dikenal dengan perkembangan kelapa yang besar tapi seakan diabaikan pemerintah provinsi dan daerah.

Pantauan media ini, debat berlangsung aman dan lancar. Terlihat ratusan anggota gabungan TNI-Polri dari Polres Kepulauan Aru, Lanal Aru, dan Koramil 1503-03 Dobo melakukan penjagaan di sekitar gedung Cenderawasih Dobo hingga berakhirnya acara debat pertama sekitar pukul 22.00 WIT.