Tiakur, BeritaJar.com : Kepala Sekolah SD Negeri Tiakur, Ny. Tabita Tiauw/S, S.Pd mengatakan bahwa untuk tahun 2024, animo siswa masuk pada sekolah ini sangat meningkat. Yang mana sampai pada penutupan pendaftaran jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 145 orang.
Olehnya, pada tanggal 11-12 Juli 2024 besok, pihaknya akan membuat penjadwalan untuk ada dalam pembagian kelompok yang nantinya mengikuti wawancara bersama orang tua dan guru, sehingga guru wali kelas dapat mengetahui karakter siswa dikelasnya masing-masing.
“Selama wawancara antara orang tua dan guru kiranya ada komunikasi yang baik, maka hal ini dapat dimanfaatkan guru untuk mengenal orang tua siswa serta latar belakangnya agar mendapatkan profil anak tersebut,” ungkap Tiauw dalam arahannya, Rabu (10/7/2024).
Menurutnya, animo masyarakat kota Tiakur untuk mendaftarkan anak-anaknya di sekolah SDN Tiakur tahun ini (2024) sangat meningkat, itu artinya, lanjut Kepsek semua karena kepercayaan dari masyarakat atau orang tua terhadap lembaga pendidikan ini.
“Kalau di tahun 2023 hanya ada 4 kelas (4 rombel), maka di tahun ini (2024) kami menerima 145 siswa. Awalnya kami hanya diberikan kuota penerimaan siswa 100, namun karena masyarakat atau orang tua yang mau saja mendaftarkan anak-anaknya di SD Negeri Tiakur sehingga kami mengambil kebijakan untuk beraudiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Maluku Barat Daya (MBD),” jelas Tiauw.
Diungkapkan pula,dirinya bersyukur karena ada langkah bijak yang diambil oleh Kadis Pendidikan MBD, Roby Japeky sehingga dapat diberikan tambahan kuota 45 siswa.
“Total siswa di tahun ajaran baru ini untuk kelas 1 SD berjumlah 145 orang dan nantinya di bagi dalam 5 kelas belajar yakni kelas A, B, C, D, dan E,” beber kepsek.
Selain itu, Kepsek SDN Tiakur ini menginformasikan bahwa jadwal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berlangsung selama 2 Minggu.
“MPLS tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2024 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sebagai strategi agar anak cepat beradaptasi dalam rangka pelaksanaan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan,” ujarnya.
Untuk itu, Tiauw berharap, kegiatan ini bisa mengenalkan karakter baik kepada siswa khususnya siswa kelas I dan bisa meneladani kakak kelasnya.
“Mereka akan mengenal karakter baik yang bisa mereka adaptasi, mengikuti kegiatan dan kebiasaan baik di lingkungan sekolah,” katanya. (JQ)






