BPS Aru Gelar Pembinaan Statistik Sektoral “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data”

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Aru menyelenggarakan Pembinaan Statistik Sektoral “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data” dilantai II Kantor Bupati Kepulauan Aru, Jumat (29/9/2023).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga dan didampingi Kepala BPS Kepulauan Aru George R Loupatty, SST. Hadir pula Forkopimda Aru, Sekda Jacob Ubyaan serta pimpinan OPD lingkup Pemkab Kepulauan Aru.

Bupati Johan Gonga dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewajiban dalam hal pembinaan statistik di Indonesia yang akan berkontribusi dalam penguatan kegiatan statistik.

“Sesuai dengan visi dan misinya, BPS memberikan pembinaan kepada K/L/D/I melalui sistem statistik nasional (SSN) yang berkesinambungan, termasuk sampai dengan tingkat desa,” ucapnya.

Selain itu, kata Gonga, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peran desa sebagai satuan wilayah terkecil menjadi sangat penting. Sehingga pemerintah desa, bahkan dituntut untuk mampu menyelenggarakan kegiatan statistik di wilayahnya masing-masing, dalam rangka untuk mendukung penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat desa dan peningkatan pembangunan desa.

“Oleh karena itu, pada saat ini BPS Kabupaten Kepulauan Aru memulai program pembinaan statistik sektoral tingkat desa, melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), dengan Kegiatan “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data” yang akan berkolaborasi dengan OPD, Instansi Vertikal, Swasta, Media Masa dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru,” katanya.

Dirinya menambahkan, sejak tahun 2017 melalui Perpres No. 57 Tahun 2017, ditetapkan SDGs Desa. Penggunaan Dana Desa pun pada akhirnya diprioritaskan untuk Pencapaian SDGS Desa.

“Salah satunya adalah menyediakan sistem informasi desa yang akan memetakan potensi dan sumber daya dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, pada saat ini BPS Kabupaten Kepulauan Aru, sebagaimana yang dilaporkan kepada saya akan melakukan pembinaan statistik kepada Desa Wangel dan pembinaan akan dilakukan secara berkesinambungan,” ungkap Gonga.

Pada kesempatan tersebut, bupati meminta komitmen bersama semua OPD untuk mendukung dan terlibat dalam setiap pentahapan pembinaan yang akan dilakukan, sehingga kebutuhan data OPD/instansi, swasta, media, dapat dipenuhi/disediakan oleh desa dengan baik melalui pembinaan yang akan dilakukan.

“Perlu diketahui bahwa Desa Wangel akan menjadi pilot project untuk pengembangan ke desa-desa lain, sampai akhirnya kita dapat mewujudkan “Satu Data Aru (SADAR). Seorang filsuf dari Tiongkok, Lao Tzu berkata, “Perjalanan Sejauh 1000 mil dimulai dari satu langkah yang kecil”, tutur Gonga.

Olehnya dengan tersedianya data dari tingkat desa, kata Gonga, yang menjawab kebutuhan data untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembangunan, maka akan berdampak kepada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dari desa ke desa.

Pada kesempatan itu, bupati mengucapkan terima kasih kepada BPS Kabupaten Kepulauan Aru atas inisiatif dan inovasinya, kepada Bapak/ibu aparat Desa Wangel yang dilakukan pembinaan statistik dan kepada semua OPD/instansi Vertikal, swasta dan media masa yang akan berkolaborasi bersama dalam kegiatan “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data”.

“Harapannya yang akan dikerjakan memberi manfaat besar bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Aru,” pungkas Gonga.

Sementara Ketua Panitia
Freddy Abrahams, SP dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data” adalah kegiatan untuk menyampaikan data-data strategis Kabupaten Kepulauan Aru yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan swasta dalam menyusun perencanaan, pengambilan kebijakan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program program pemerintah.

Hal ini lanjutnya, sesuai amanat Undang Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik.

“Jadi kegiatan ini kelanjutan dari studi tiru Pemda Kabupaten Kepulauan Aru dan BPS Kepulauan Aru ke Pemda Kabupaten Jembrana Provinsi Bali di akhir tahun 2022 kemarin,” terang Abrahams.

Oleh karena itu, pada kegiatan ini BPS Kabupaten Kepulauan Aru memulai program pembinaan statistik sectoral dimulai pada tingkat desa melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dengan Kegiatan “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data” yang akan berkolaborasi dengan OPD, Instansi Vertikal, Swasta, Media Masa dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, dimana Pembinaan statistik sektoral akan dimulai dari Desa Wangel sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan akan menjadi Pilot Project untuk menuju (SADAR) Satu Data Aru.

Dia juga menjelaskan, Baku Kele Kalesang Desa Pake Data, memiliki filosofi atau makna, yaitu Baku Kele/Kolaborasi memiliki makna Terbangun komitmen antar BPS, Pemda/instansi dan Pemerintah desa untuk membangun desa menggunakan data.

“Kalesang Desa memiliki makna Pembangunan Desa menggunakan Data yang dihasilkan untuk mendukung kebijakan desa yang akurat, sesuai target dan sasaran, serta akuntabel, dan Pake Data memiliki makna Partisipasi aktif Pemerintah Desa dan masyarakat desa dalam mengelola dan memanfaatkan data untuk membangun Desa,” jelasnya.

Disamping itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan data-data strategis Kabupaten Kepulauan Aru kepada pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

“Serta mewujudkan SADAR (Satu Data Aru) memalui kegiatan pembinaan statistik sektoral sebagai implementasi dari kegiatan “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data,” tutup Abrahams