Plt Sekda Aru Lepas Komunitas Marbali Ukulele Kids

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Dalam rangka memeriahkan Moluccan Ukulele Day di Kota Ambon pada tanggal 4 September 2023, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Aru Jacob Ubyaan melepaskan rombongan Komunitas Marbali Ukulele Kids, Senin (28/08) di gedung Kesenian Sitakena.

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga yang dibacakan oleh Sekda Ubyaan menyampaikan, Maluku memiliki sejumlah alat musik tradisional yang cukup dikenal, baik oleh masyarakat Indonesia ataupun Mancanegara.

Alat musik ini, lanjutnya, tumbuh dan berkembang sesuai nilai kebudayaan masyarakat maluku diantaranya adalah jukulele.

“Dewasa ini, jenis musik jukulele sangat mendapat antusias dari berbagai kalangan masyarakat dengan munculnya sejumlah komunitas yang sangat intens mendorong serta mewadahi kreativitas dan minat bakat anak-anak di berbagai ivent,” ucap Gonga.

Oleh Pemerintah Provinsi Maluku, kata Bupati, Jukulele mendapat perhatian baik dengan mendorong berbagai elemen untuk menggiatkan serta memasyarakatkan jenis musik ini sebagai kedaulatan identitas kearifan lokal masyarakat maluku yang perlu dilestarikan bagi generasi di zaman milenial.

Atas nama pemerintah kabupaten Kepulauan Aru, Gonga memberikan apresiasi kepada Komunitas Marbali Ukulele Kids, sebagai wadah pengembangan kreativitas anak yang telah menunjukkan eksistensinya mewadahi dan membina potensi anak dengan menggiatkan semua potensi komunitas untuk berkolaborasi memainkan alat musik jukulele dalam kegiatan masyarakat maupun gereja.

“Saat ini kita berkumpul, dalam rangka pelepasan rombongan Marbali Ukulele Kids sebagai salah satu peserta yang akan memeriahkan Moluccan Ukulele Day di Kota Ambon pada tanggal 4 September 2023,” ujarnya.

Dikatakan pula, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi maupun mempersatukan anak-anak Maluku, yang memiliki hobi musik yang sama.

“Saya percaya betul bahwa tuhan pakai musik jukulele untuk membawa kebanggaan bagi Maluku dan Jargaria yang akan mempengaruhi anak-anak bermain musik jukulele, melestarikan budaya dan yang paling utama menciptakan perdamaian di Maluku dan Jargaria yang kita cintai,” papar Gonga.

Dampak kegiatan ini, dirinya berharap dapat mendorong setiap desa punya komunitas ukulele, agar anak-anak akan berkumpul untuk bermain jukulele dan dari situlah akan terwujud hubungan persaudaraan yang rukun dan damai.

Selain itu, kebersamaan yang terjalin ini juga bisa dilihat pada masa yang akan datang dimana yang di dengar hanyalah Maluku dan Jargaria yang damai, bukan perpecahan.

Kepada peserta Marbali Ukulele Kids merupakan duta musik, Gonga berpesan agar terus terlatih untuk menampilkan yang terbaik bersama duta musik anak lainnya pada momentum Moluccan Ukulele Day.

“Jagalah kesehatan, agar kondisi badan tetap sehat dan memiliki stamina yang prima. ini sangat penting, karena bila kondisi tubuh menurun apalagi sampai sakit, tentu kalian tidak akan dapat tampil dengan baik,” pesan Gonga.

Kepada orang tua pendamping/wali, ia (Bupati-red) berharap agar terus mendampingi, menjaga kesehatan dan mental anak-anak selama perjalanan dari Dobo sampai pulang kembali dengan baik.

“Namun diatas semuanya itu, terus bernyanyilah untuk kemuliaan Tuhan. Hanya Tuhanlah yang kita agungkan dalam hidup ini. Untuk itu, wujudkan harapan dan komitmen kita untuk terus melayani tuhan selagi ada kesempatan,” pungkas Gonga.