Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey menghadiri kegiatan Baku Dapa Anak dan Remaja (Badar) di lapangan Yos Sudarso, Senin (03/7/2023).
Kegiatan yang digelar oleh Klasis GPM Pulau-Pulau Aru itu diikuti 28 Jemaat pada Klasis setempat dengan mengusung tema ” Merangkul Teman Bersama Kalesang Bumi Jar “.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Sogalrey dalam sambutannya menyampaikan 4 hal penting.
Pertama, kuatkan dan potensikan kemitraan bersama pemerintah daerah, untuk mendorong tumbuh kembang anak melalui kegiatan-kegiatan yang positif demi mengatasi kecanduan gadget di era sekarang.
“Anak-anak terus dijadikan sebagai pelopor dan pelaku masa depan dengan mendorong mereka kreatif dan inovatif,” ucapnya.
Kedua, Badar Klasis Pulau-Pulau Aru, bisa berdampak menjadi saluran inovasi informasi positif ke anak-anak lainnya dan menjadi pelopor lahirnya program-program pengembangan spiritual anak di gereja, masyarakat, bangsa dan negara.
Ketiga, GPM terus menjadi rumah bersama yang ramah anak, menggelorakan semangat pro terhadap hak dasar anak demi menghadirkan pemulihan hidup, traumatis akibat kekerasan dan eksploitasi dan pencari nafkah usia dini.
Selain itu, kata Sogalrey, hindari advokasi dan pendidikan non formal khususnya di keluarga yang sarat dengan narasi yang menggurui dan sangat minim dengan keterlibatan anak dalam memberikan pendapat, serta suasana keluarga yang tidak memberi ruang untuk bermain sambil belajar, sebagai suatu yang sesungguhnya sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.
Keempat, marilah membangun jejaring kerjasama internal dan eksternal untuk menguatkan identitas dan kedaulatan potret anak yang ceria, cerdas dan beriman.
“Kita semua saksikan realitas dan konteks bahwa kehadiran anak masih dianggap sebagai pelengkap dalam kehidupan keluarga,” ujar Sogalrey.
Wakil Bupati dua periode ini juga mengajak kita semua mari bangun solidaritas collegial berkesinambungan untuk memberikan perlindungan dan pemulihan hak-hak anak sebagaimana dijamin dalam konvensi hak anak Internasional dan sebagai produk Undang-undang di Indonesia.
“Olehnya, dibutuhkan kesadaran kolektif kita semua untuk melindungi kepentingan terbaik anak, dan tidak membiarkan apapun merenggut kesempatan mereka bermain sebagai anak-anak, sesuatu yang sangat dibutuhkan proses tumbuh kembangnya,” pesan Sogalrey.
Kepada para pengasuh, relawan dan pendamping, pembina sekolah minggu, Wabup juga menyampaikan terima kasih banyak sudah menjadi guru dan pendoa yang setia dan baik bagi anak-anak kita.






