Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey membuka kegiatan Pemetaan dan Analisa Situasi Program Stunting, Jumat (26/05/2023) yang berlangsung di lantai dua BPKAD Aru.
Wabup Sogalrey dalam sambutannya menyampaikan bahwa 8 aksi konvergensi merupakan Instrumen dalam bentuk kegiatan untuk meningkatkan intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi oleh para pelaku di tingkat daerah secara sistematis terintegrasi dan berkelanjutan.
Kedelapan akasi tersebut yakni Aksi 1 – Analisis Situasi, Aksi 2 – Rencana Kegiatan, Aksi 3 – Rembuk Stunting, Aksi 4 – Peraturan Bupati tentang Peran Desa, Aksi 5 – Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Aksi 6 – Sistem Manajemen Data Stunting, Aksi 7 – Pengukuran dan Publikasi Stunting dan Aksi 8 – Reviu Kinerja Tahunan.
“Pertemuan kita dihari ini difokuskan pada dilaksanakannya analisis situasi program pencegahan dan penurunan stunting sebagai proses untuk mengidentifikasi sebaran prevalensi stunting di kabupaten kepulauan Aru, situasi ketersediaan program dan praktik manajemen layanan,” ucap Sogalrey.
Dikatakannya, analisa situasi dilakukan untuk memahami permasalahan dalam integrasi intervensi gizi spesifik dan sensitive pada sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).
Selain itu, lanjut Sogalrey, hasil analisa situasi merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga 1.000 HPK.
“Bahwa sesungguhnya kegiatan ini telah melewati batasan waktu yang ideal dalam penyelenggaraannya, maka untuk mengefisiensi waktu pelaksanaan aksi 1 sekaligus dengan aksi 2 Konvergensi stunting,” ujarnya.
Aksi 2 dimaksudkan, tambahnya, untuk disusunnya rencana kegiatan sebagai tindak lanjut dalam merealisasikan hasil rekomendasi dari Analisis Situasi (Aksi 1).
Rencana ini berisikan program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah maupun pemangku kepentingan/stakeholder lainnya untuk meningkatkan cakupan layanan intervensi dan kegiatan untuk meningkatkan integrasi intervensi di tahun berjalan dan /atau satu tahun mendatang.
“Dimana program dan kegiatan ini diintegrasikan dalam Rencana Kegiatan ke dalam rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta rencana Kerja mitra Pemerintah Daerah,” ungkap Sogalrey.
Dirinya menambahkan, target antara prevalensi stunting di tahun 2024 yakni 14 persen sebagaimana diamanatkan dalam pasai 5 ayat ke 3 Peraturan Presiden Nomor 72 TAHUN 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Disamping itu, bercermin pada prevalensi stunting hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) di Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun 2022 yakni sebesar 28,1 persen.
“Maka pertemuan saat ini memiliki makna yang strategis agar dapat tersusunnya program dan kegiatan yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan angka kejadian stunting dalam kurun waktu setahun kedepan menuju pencapaian target sebagaimana diamanatkan dalam peraturan presiden dimaksud,” pungkas Sogalrey.
Wabup dua periode ini juga menghimbau kepada semua pemangku kepentingan/ stakeholder untuk bersama sama bersinergis bahu membahu bersama pemerintah daerah tuntaskan permasalahan stunting di Kepulauan Aru, baik secara berkelompok maupun secara pribadi, kita menjadi kelompok atau pribadi peduli stunting di negeri Jargaria Sarkwarisa yang kita cintai bersama.
Ia mengajak bersama kita kelola dan mencegah munculnya stunting dari hulu ke hilir sebagai upaya dalam membentuk sumber daya manusia aru yang berkualitas kini dan kedepannya.
“Mari bersama kita kelola dan cegah munculnya stunting baru dari kota Dobo hingga desa dan dusun di Ujung-Ujung Pulau Kabupaten Kepulauan Aru,” ajak Sogalrey.






