Dikbud Aru Gelar Pelatihan Bagi Treiner Penutur Bahasa Tarangan

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepulauan Aru melaksanakan Pelatihan bagi Treiner Penutur Bahasa Tarangan, Senin (22/05/2023).

Pelatihan yang diselenggarakan sejak 22-23 Mei ini, dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga di desa Jerol Kecamatan Aru Selatan.

Bupati Gonga dalam sambutannya mengatakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah yang digalakkan saat ini, merupakan terobosan dan upaya baru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menyelamatkan Bahasa dan Sastra daerah dari kepunahan.

“Pelaksanaan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah yang pada tahun ini, mengikutsertakan Kabupaten Kepulauan Aru sebagai kelompok dan rumpun bahasa sasaran, Maka selaku Pemerintah Daerah, kami menyambut baik Upaya Revitalisasi Bahasa Tarangan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Kantor Bahasa Provinsi Maluku,” ucapnya.

Dikatakan Gonga, Bahasa Daerah di Kepulauan Aru merupakan bentuk kearifan lokal yang dituturkan secara turun-temurun sejak leluhur hingga kini.

“Kita pantas bersyukur bahwa menurut pemetaan Bahasa oleh Yayasan Pengembangan Sar Abil (YPSA), ada terdapat 15 (ima belas) bahasa lokal yaitu : Bahasa Ujir, Kola, Kompane, Batuley, Mariri, Lola, Dobel, Barakai, Tarangan Timur, Tarangan Barat, Maikor, Manumbai, Bahasa Lorang dan Bahasa Koba,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah lanjut Bupati, telah berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Maluku guna revitalisasi bahasa dan sastra daerah di Kabupaten Kepulauan Aru.

Sehingga pada beberapa waktu yang lalu, sambungnya, telah dilaksanakan rembuk dan kesepahaman bersama Pemerintah Daerah, DPRD dan Kantor Bahasa Provinsi Maluku untuk menyukseskan adanya revitalisasi Bahasa Tarangan di Kabupaten Kepulauan Aru.

“Kita bersama terus menyiapkan para pendamping yang diambil dari Bapak dan ibu Guru serta menyiapkan peserta didik yang nantinya akan berlaga atau tampil dalam Festival Bahasa Ibu baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” ujar Gonga.

Dirinya juga menambahkan, beberapa hari ke depan, bapak ibu peserta akan akan dibimbing untuk bagaimana berupaya membangkitkan minat dan ketrampilan berbahasa Tarangan bagi peserta didik pada kedua kecamatan ini.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya terbatas pada Bahasa Tarangan Barat. Tapi terus dipikirkan dan diupayakan pula rumpun-rumpun bahasa lokal yang lain di tahun-tahun yang akan datang,” tutur Gonga berpesan.