Dobo, BeritaJar.com: Guna mencari solusi terhadap jalan masuk Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Dobo yang hingga kini belum dibangun pasca diresmikan oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga pada 08 Agustus 2022 kemarin, DPRD Kepulauan Aru menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru, Kamis (9/02/2023).
RDP yang berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD itu pimpin oleh Ketua DPRD Udin Belsigaway dan didampingi Wakil Ketua I Lanurdi Senen Djabumir dan Wakil Ketua II Peny Silvana Loy.
Hadir pula PLT Sekda Kepulauan Aru Jacob Ubyaan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jusup Apalem, Sekwan DPRD Marthen Putnarubun, Christian Kortelu mewakili Kadis PUPR , Para Guru SDN 2 Dobo dan sejumlah anak-anak murid serta orang tua murid.
Pantauan media ini, pada RDP tersebut ada berbagai masuk dan saran yang diberikan oleh para anggota DPRD kepada Pemkab Aru terkait pembuatan jalan masuk SD Negeri 2 Dobo salah satunya yakni anggaran. Ada juga yang mendesak agar jalan masuk tersebut harus segera dikerjakan, mengingat dalam waktu dekat akan di laksanakan assessment.
Atas sejumlah masukkan tersebut, maka Ketua DPRD Udin Belsigaway mengatakan bahwa untuk akses jalan masuk SD Negeri 2 Dobo dalam waktu dekat harus disiapkan.
“Akses masuk SD Negeri 2 Dobo secepatnya diselesaikan karena sudah ada pada APBD tahun 2023 sejumlah 400 juta,” ucapnya.
Kemudian, jaringan listrik dan air bersih harus dianggarkan pada APBD perubahan 2023 oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru.
“Dan yang ketiga itu pembuatan jembatan darurat dari dinas teknis untuk mengatasi keadaan saat ini, karena musim hujan anak-anak kita sulit masuk ke sekolah.
Yang terakhir, sambung Belsigaway, lembaga DPRD memberikan apresiasi kepada TNI Polri yang telah membantu melakukan atau membantu anak-anak kita untuk membuat jalan darurat untuk masuk ke SD Negeri 2 Dobo.
“Saya minta dinas teknis kalau perlu ada beberapa anggota DPRD untuk kita sama-sama melakukan on the spot terkait dengan permasalahan yang ada di lokasi dan besok itu sudah ada kesepakatan yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut,” jelas Ketua DPRD.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lanurdi Senen Djabumir meminta kepada PLT Sekda agar kalau bisa pemda membuat kebijakan untuk menugaskan Satpol-PP pada siang maupun pagi maupun siang pada akses jalan masuk SD Negeri 2 Dobo saat ini.
“Saya sarankan ke Pemda kalau bisa tugaskan Sat Pol PP di area jalan masuk SD Negeri 2 Dobo saat ini sehingga adik-adik kita masuk ke situ juga tidak dalam kondisi ketakutan untuk persoalan keamanan adik-adik kita, karena mengingat kondisi secara nasional ada isu atau wacana yang berkembang tentang penculikan anak dan lain-lain sehingga ini juga harus kita mengantisipasi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, PLT Sekda Kepulauan Aru Jacob Ubyaan menyampaikan bahwa pada prinsipnya Pemkab Aru siap membuat akses jalan masuk SD Negeri 2 Dobo.
“Kami mengusulkan agar jalan masuk sekolah tersebut tetap di samping pompa bensin depan Polres Aru, karena itu kita tinggal sambung saja lanjut ke dalam menghubungkan dengan sekolah. Selain itu karena ada rumah-rumah warga disitu sehingga ada jalan yang nantinya dibuat dalam waktu dekat ini sehingga menjawab kebutuhan Assessment di bulan Mei,” ungkapnya.
Untuk diketahui, akses jalan masuk menuju SD Negeri 2 Dobo dari jalan raya cukup memprihatinkan bagi anak-anak sekolah dan para guru karena harus menempuh kurang lebih 450 meter jalan papan untuk tiba di sekolah tersebut.
Lalu janji Pemkab Kepulauan Aru sejak diresmikan pada 08 Agustus 2022 untuk membuat jalan permanen hingga kini belum juga terealisasi.






