Danlantamal IX Berikan Kuliah Tamu di PSDKU Unpatti Aru

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Danlantamal IX Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina,S.E., M.M., M.T. berikan kuliah tamu di Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura (Unpatti) Kepulauan Aru, Selasa (22/11/2022).

Kuliah tamu bagi Mahasiswa-mahasiswi PSDKU Unpatti Aru tersebut berlangsung di Aula kampus PSDKU dengan tema “Peran Lantamal IX dalam Ketahanan Nasional di Provinsi Maluku”.

Danlantamal IX Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina dalam memberikan materi kuliah tamu menyampaikan bahwa banyak diantara kita yang mungkin awam tentang TNI Angkatan Laut, makanya kita berkepentingan bisa hadir di sini sekaligus memberikan informasi sharing informasi tentang apa itu Angkatan Laut.

“Jadi dengan adanya kuliah tamu ini kita yang diantaranya kurang tahu bisa lebih tahu dan yang tadinya kurang mencintai bisa mencintai Angkatan Laut, karena kita punya sejarah dan kadang-kadang melupakan sejarah dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Disamping itu, Danlantamal mengatakan, kita merupakan pelaku sejarah dan sejarah kita ini adalah bangsa pelaut dari nenek moyang kita adalah bangsa pelaut.

Menurutnya, Presiden Soekarno pernah menyatakan pada tahun 1953 bahwa bangsa pelaut itu mempunyai Armada niaga dan bangsa pelaut mempunyai Armada militer. Selain itu, bangsa pelaut kesibukannya harusnya di laut bukan di darat.

“Kalau kita menyadari bahwa kita mendampingi irama gelombang lautan itu sendiri ini tahun 53 sudah disampaikan oleh Presiden Soekarno Presiden pertama RI bahwa kita ini adalah bangsa dan negara cuma dalam perkembangan dari era dari masa ke masa kita melupakan jati diri kita sebagai bangsa pelaut,” kata Danlantamal IX Ambon.

“Ini saatnya kita mengembalikan semuanya, perhatian kita kepada laut sangat-sangat sedikit padahal kehidupan kita di laut, kejayaan bangsa kita itu ada di laut. Kita jaya itu adalah semboyan dari nenek moyang kita yang kemudian dijadikan oleh semboyan Angkatan Laut,” tambahnya.

Dirinya juga menjelaskan tentang tugas perang fungsi dan kewenangan TNI Angkatan Laut, sehingga kita bisa mengenal apa itu Angkatan Laut pada peta wilayah Indonesia.

“Yang menjadi pertanyaan sebetulnya wilayah kita ini dari Sabang sampai Merauke, dari miangas sampai ke Rote, begitu luas yang menjadi pertanyaan apakah kita mampu mengamankan wilayah kita? sebagai luas apakah kita mampu memanfaatkan potensi yang ada di wilayah. Disamping itu, kita dapat kesejahteraan bangsa serta apakah kita mampu mengamankan dan menjaga laut kita sehingga wilayah kita itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa-bangsa lain,” papar Latuconsina.

Yang menjadi pertanyaan kita, lanjut Latuconsina, dengan begitu luas banyak hal yang menjadi tanggung jawab, ada banyak hal dan ada nilainya keuntungan di situ.

“Kalau kita bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya akan memberikan nilai keuntungan bagi bangsa kita. Tapi di luar itu juga menjadi ancaman bagi bangsa kita kenapa karena wilayah kita ini adalah wilayah daratannya sangat subur lautannya menyimpan potensi sumber daya yang sangat luar biasa. Kalau kita tidak mampu menjaganya maka wilayah kita itu akan menjadi sasaran oleh negara-negara besar, negara-negara penguasa untuk mengambil wilayah kita sehingga menjadi tanggung jawab kita semua bangsa kita untuk menjaganya,” ungkapnya.

Selain itu, kata Danlantamal Latuconsina, bagaimana bisa mempertahankan wilayah kita masih ada beberapa hal yang menjadi permasalahan kita.

“Ada pulau-pulau kita yang masih menjadi kerawanan sengketa dengan negara-negara lain. Kurang lebih ada 12 pulau yang masih menjadi ancaman kita mulai dari di wilayah yang dengan perbatasan dengan India, kemudian dengan Singapura dengan Malaysia dengan Vietnam dengan Filipina kemudian dibawa dengan Timor Leste Australia juga dengan palau diatasnya Papua itu ada 12 pulau yang masih menjadi sampai saat ini pulau-pulau terluar ini masih menjadi berpotensi terjadi permasalahan dengan negara-negara tetangga sehingga pulau-pulau itu sampai saat ini masih kita jaga,” ujarnya.

Said sapaan akrabnya, juga menambahkan, ada prajurit-prajurit yang ditempatkan di pulau-pulau hukum.

“Sedikit banyak sudah mengetahui tentang Indonesia berdasarkan amplosan 1982 dimana kita dibagi wilayah perairan kita ada perairan kepulauan kemudian laut teritorial sampai dengan landas kontinen dan laut bebas lanjut di laut ini tentunya ada aturan-aturan ada hak yang namanya hak kedaulatan dan hak berdakwah itu menjadi kepentingan dari negara pantai, karena kita termasuk sudah diakui sebagai negara kepulauan kemudian tugas pokok TNI Angkatan Laut yang ada dalam undang-undang TNI,” tandas Danlantamal IX.

Dijelaskan pula, pihaknya juga melaksanakan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan laut sehingga kita berkepentingan hadir di Masyarakat khususnya daerah perbatasan untuk mensosialisasikan dan menyiapkan masyarakat serta menyiapkan sumber daya yang ada.

“Dalam waktu dekat kita juga akan membentuk salah satu Lanal atau Pangkalan Angkatan Laut yang berada di pulau Moa atau Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) wilayah Provinsi Maluku. Karena Kabupaten MBD merupakan salah satu wilayah kerawanan ilegal fishing,” pungkas Danlantamal IX.

Turut hadir dalam kuliah tamu tersebut, Danlanal Aru, Letkol Laut (P) R. Heru Cahyono, S.Sos., M.A., CHRMP, Aspers Danlantamal IX Ambon, Pabanrenpuan Spotmar Lantamal IX, Pasintel Lanal Aru, Prajurit Lanal Aru dan Para Dosen Pembimbing serta Mahasiswa-mahasiswi PSDKU Unpatti Aru.