Dobo, BeritaJar.com: Dinas Kesehatan Kepulauan Aru melaksanakan Gerakan Nasional Aksi Bergizi, Rabu (26/10/2022) di Tribun Lapangan Umum Yos Sudarso Dobo.
Pantauan media ini, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga dan Wakil Bupati Muin Sogalrey, Ketua Jinang Parenting Kepulauan Aru Sherly Gonga, Wakil Ketua Jinang Parenting Inaya Sogalrey serta Kadis kesehatan Kepulauan Aru dr Waty Gunawan.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru Yusuf Apalem, Camat Pulau Pulau Aru Roberthus Ngebursian, Sekretaris Dinkes Thomas Anmama,Kepala Puskesmas Dobo Maria Karemy, SKM.
Bupati Johan Gonga dalam arahannya menyampaikan bahwa Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil, usia lanjut.
“Riskesdas 2018 menunjukan bahwa anemia pada anak usia 5-14 tahun tercatat sebesar 26,876 dan usia 15-24 tahun sebesar 3296. Hal ini berarti
sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia,” ucapnya.
Dikatakan pula, masih tingginya kasus anemia erat kaitannya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), khususnya pada remaja putri dan ibu hamil.
Melihat masih rendahnya kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri, kata Gonga, UNICEF menginisiasi kegiatan aksi bergizi yang mulai dilaksanakan tahun 2018.
Sejalan dengan rangkaian kegiatan gerakan tersebut, lanjutnya, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Kesehatan Nasional Ke-58, Kementerian Kesehatan mengadakan Gerakan Nasional Aksi Bergizi melalui kampanye aksi bergizi.
“Kegiatan ini melibatkan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah serta seluruh warga sekolah, khususnya remaja putri sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan ini,” ujar Gonga.
Bupati juga berharap kegiatan ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk ikut melaksanakan kegiatan aksi bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri, sehingga mendukung pencegahan stunting secara nasional.
“Kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu lokus stunting di Provinsi Maluku sejak tahun 2019. Tingginya prevalensi balita yang mengalami stunting, serta rendahnya cakupan layanan dasar menjadi penyebab utama Kepulauan Aru masuk dalam daftar lokus di Provinsi Maluku,” paparnya.
Oleh sebab itu, pada tataran kebijakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru memberikan perhatian besar terhadap pencegahan stunting, salah satunya melalui kegiatan yang kita ikuti bersama saat ini.
Ditambahkan pula, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak usia remaja, karena remaja putri adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi masa depan bangsa, dimana pada usia ini, sangat perlu diberikan edukasi-edukasi tentang pentingnya menjaga asupan gizi dengan sarapan sehat sesuai porsi isi piringku.
” Hari ini kita ada bersama dalam gerakan Nasional Aksi Bergizi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, melibatkan Kementerian Pendidikan dan Aksi bergizi ini dilaksanakan secara serempak di Indonesia pada jam 08.00 WIB atau jam 10.00 WIT. Tentunya ini menjadi momentum penting bagi kita semua,” ungkap Gonga.
Diakhir arahannya, bupati dua periode ini sangat mengharapkan dukungan dan sinergi lintas sektor dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, untuk keberlanjutan program ini di sekolah.
“Pencegahan dan penurunan stunting ini merupakan tanggungjawab kita bersama, saya berharap setiap 1 kali dalam seminggu, seluruh siswa wajib sarapan sehat di sekolah dan seluruh siswi (remaja putri) mengkonsumsi tablet tambah darah,” harapnya.
Untuk diketahui, oleh kegiatan gerakan Nasional aksi bergizi yang dilakukan Dinkes Kepulauan Aru tersebut yakni minum obat tambah darah secara masal kepada siswi SMP negeri 2 Dobo dan SMA negeri 3 Dobo, sebanyak 150 Siswi.
Tujuan dari pada kegiatan dimaksud, untuk mengatasi anemia dan stunting, dan mempersiapkan para siswa sejak dini untuk menjadi calon ibu yang sehat dimasa yang akan datang, sehingga kegiatan di maksud diperuntukkan khusus untuk siswi SMP dan SMA yang berjenis kelamin perempuan.








