Lanal Aru Akan Jadikan Desa Jabulenga Kampung Bahari Nusantara

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru akan jadikan desa Jabulenga Kecamatan Pulau-Pulau Aru sebagai Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Hal ini terkait hasil kegiatan Orientasi Rencana pembentukan KBN TA.2022 di Desa Jabulenga bidang Potmar, yang dipimpin Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro yang didampingi Pjs. Paspotmar Lanal Aru, Lettu Laut (KH) Mintono dan Pasiops Unit Intel Lanal Aru, Letda Laut (T) Sutrisno.

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro mengatakan bahwa desa Jabulenga merupakan desa binaan Lanal Aru yang akan dijadikan sebagai Kampung Bahari Nusantara.

Dikatakan, jumlah penduduk desa Jabulenga ±150 KK yang mata pencaharian setiap hari mayoritas nelayan dan masyarakat setempat sangat mendukung giat yang akan diprogramkan oleh TNI AL (Lanal Aru).

“Daerah tersebut dikelilingi oleh laut dan tebing/bukit sehingga untuk sumber mata air tawar menggunakan sumur tadah hujan, jika air surut/kering untuk masyarakat setempat pergi ke kota Dobo untuk membeli air tawar,” ucap Saputro dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (8/8/2022).

Untuk lampu penerangan, lanjutnya, menggunakan genset diesel yang hanya digunakan dari pukul 18.00 WIT sampai 24.00 WIT.

“Jadi pukul 00.00 WIT hingga 18.00 WIT listrik tidak menyala/mati sehingga untuk penerangan terbatas,” ujar Saputro.

Sementara klaster Pendidikan di desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

“Untuk PAUD yang rencana akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai proker KBN Binaan Lanal Aru. Kondisi bangunan masih bagus 90% namun masih perlu diadakan pembenahan dan pengadaan untuk fasilitasnya seperti pengecatan ulang dinding/tembok gedung, atap gedung, Wallpaper/poster mengenai pendidikan (abjad, huruf, gambar binatang dan lainnya,” urainya.

Selain itu, sarana bermain, belajar di kelas, whiteboard, sketsel (sebagai penyekat karena 1 ruangan digunakan 2 kelas), meja belajar, almari/rak tas dan buku.

“Sedangkan Klaster Kesehatan di desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan 50% layak huni dan perlu diadakan pembenahan maupun pengadaan,” tambah Saputro.

Kemudian untuk klaster ketahanan nasional tidak ada Poskamling (bisa dikatakan semacam tempat sarana berkumpul pemuda setempat), dan pemuda setempat sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Terkait klaster ekonomi di desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut adalah udang, kepiting dan rumput laut yg letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi kesana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Dirinya menambahkan, untuk budidaya rumput laut, masyarakat setempat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

Selanjutnya di klaster pariwisata letaknya dipesisir pantai P. Lamerang yang berupa hantaran pasir di tepi pantai (1 tempat dengan budidaya rumput laut).

Untuk pengunjung/wisatawan yang datang ke pulau tersebut kata Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Untuk itu, sambungnya, guna menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut perlu diadakan pembangunan sarpras.

“Jadi untuk menarik para wisatawan harus dibuat tempat berteduh seperti Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas yang lainnya serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran,” pungkas Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro.

(PENLANALARU)