Tingkatkan Daya Saing Anak, YPPK Gelar Show Project Peneliti Belia

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Guna meningkatkan daya saing anak maka Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) DR. J.B.Sitanala Provinsi Maluku menggelar Final dan Show Project Hasil Riset Peserta Festival Peneliti Belia.

Kegiatan yang berlangsung di Sekolah SMP Kristen Dobo sebagai tuan dan Nyonya rumah pada Senin, (25/07) itu secara resmi di buka oleh Ketua YPPK DR J.B Sitanala Provinsi Maluku Sarlota Singerin M.Pd.

Dalam sambutannya, Singerin mengatakan bahwa tahapan penelitian adalah tahapan pertama yang memunculkan satu tugas utama yang diberikan kepada kepengurusan, mulai dari pusat, cabang dan pembantu cabang untuk meningkatkan kemampuan setiap anak.

“Untuk itu diharapkan adegan ini terus-menerus dilakukan sebagai perwujudan kematangan anak di bidang sains,” ucapnya.

Dikatakan, Riset adalah cara kita memiliki uji petik dari berbagai filsuf di bidang sains. Dengan riset kita bertanggung jawab secara ilmiah, berdedikasi secara ilmiah untuk menampilkan hal-hal yang bersifat konkret dan tidak saja dalam kontekstual.

“Ini pun menunjang sekolah-sekolah yang minim laboratorium untuk bisa menggunakan semua lokal dalam mengaktualisasikan dan memberikan pembelajarannya secara baik,” ujarnya.

Tentang penelitian, kata Singerin, diarahkan oleh para juri untuk menggagas, karena kesulitan seorang peneliti adalah bagaimana memunculkan ide.

Diungkapkan, betapa sulitnya menemukan ide dalam meneliti. Kami bersyukur bahwa 31 produk dipersembahkan oleh anak-anak kita, itu berarti memperkaya lokal Kristen yang ada pada Maluku mulai dari Maluku Utara sampai pada Maluku Barat Daya.

“Anak-anak kita boleh mewujud nyatakan secara kontekstual bagaimana pembelajaran yang sebenarnya yang dilakoni berbasis. Dan hari ini adalah tahap terakhir dari tiga tahap yang telah dilalui bimtek di bintap, kita mulai dengan seleksi awal pada tingkat jenjang SMA SMP, kita seleksi berbasis komputer jadi tes berbasis komputer kita buat seleksi dan pada jenjang SD dan TK kita beri ruang untuk mereka menyiapkan produk, mekanisme itu sudah kita atur pada panduan dan berjalan dengan baik oleh bapak ibu kepala sekolah di sekolah masing-masing,” urai Singerin.

Olehnya di kesempatan itu, Singerin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi khususnya Pemerintah Kepulauan Aru atas daya dukung yang kuat sehingga telah di proklamirkan bahwa gereja sedang berbenah untuk menjemput perubahan di abad 21 yang dimulai dari anak-anak.

“Kami berterima kasih untuk daya dukung yang kuat dari pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pemerintah Kepulauan Aru secara khusus, bersama dengan Bapak ketua klasis bersama dengan Bapak Ibu pendeta di bumi Jargaria dan seluruh umat Tuhan, seluruh warga yang memberi kehadiran kami hari ini, memproklamirkan bahwa gereja sedang berbenah untuk menjemput perubahan di abad 21 dimulai dari anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutan Ketua Sinode GPM yang diwakili Pdt. Dr. Nancy Souisa. M.Th, mengatakan talenta adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada semua manusia untuk dipergunakan bagi kehidupan dan mestinya talenta itu lebih dari cukup bagi kita semua untuk hidup.

Namun, kenyataan membuktikan ada banyak kendala sehingga kita menemui di dalam kenyataan, ada anak-anak kita atau bahkan kita sendiri yang bisa dan sanggup mengekspresikan semua talenta itu dan melayani kehidupan bersama, memberikan kontribusi berharga sebagai manusia yang hidup dengan harta dan martabat yang sama dengan orang-orang yang lain.

Selain itu juga, lanjut Pdt. Nancy, banyak keadaan yang membuat kita melihat dengan mata kepala kita sendiri, bahkan kita bisa jadi orang-orang yang menyaksikan dengan pengalaman kita sendiri bahwa kondisi-kondisi tertentu dapat membuat kita sehingga tidak bisa disalurkan dengan maksimal.

” Ada banyak kendala, ada banyak tantangan, untuk itu tugas kita sebagai orang tua dalam berbagai kewenangan yang kita punyai adalah melayani anak-anak kita supaya mereka bisa mengekspresikan talenta mereka, bahkan lebih daripada itu mereka dapat menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi secara setara, di dalam konteks masyarakat global,” jelasnya.

Pdt. Nancy menambahkan, Gereja Protestan Maluku menyadari tanggung jawab dan eksistensi dirinya sebagai sebuah lembaga pendidikan di mana proses pengembangan dan pendidikan harus berjalan dengan maksimal.

Oleh karena itu, upaya yang kita lakukan dengan kemampuan yang ada, kita upayakan semaksimal mungkin pula, dan kami bersyukur bahwa di dalam proses itu Ibu Bapak serta banyak mitra kerja lain mau bersedia berkolaborasi, sehingga apa yang menjadi pencapaian kita adalah hasil karya bersama dan kita berharap kebersamaan ini terus menjadi kekuatan kita untuk melangkah maju ke depan.

“Dalam kebersamaan dalam kemitraan yang setara dalam visi dan misi yang sama, maka kita akan memajukan Maluku-Maluku Utara secara khusus anak-anak kita di berbagai wilayah di Maluku dan Maluku Utara, sehingga mereka mampu untuk tampil, mereka mampu untuk secara mandiri, memberikan kontribusi-kontribusi yang brilian, gemilang di dalam konteks global” pungkas Pdt. Nancy Souisa.