Dobo, BeritaJar.com: Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Puskesmas Lutur Kecamatan Aru Selatan Utara menolak kepemimpinan Kepala Puskesmas (Kapus) JMK, pasalnya Kapus tersebut dinilai tidak profesional dalam menjalankan manajemen puskesmas tersebut.
Penolakan para ASN ini di sampaikan melalui Surat laporan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru dr Waty Gunawan tertanggal 24 Juli 2022. Selain itu, tembusan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru serta Ketua DPRD Udin Belsigaway.
Menyikapi kinerja Kapus tersebut, kepada wartawan, Senin(25/07) salah satu sumber terpercaya di desa Lutur yang enggan namanya di sebutkan dalam pemberitaan ini menuturkan bahwa semua fasilitas penunjang kinerja para pegawai yang ada di Puskesmas tersebut tidak bisa digunakan tanpa ada kepala Puskesmas di tempat.
“Jadi semua fasilitas Puskesmas digunakan pada saat ada kepala puskesmas di tempat, seperti mesin engkol Puskesmas (penerangan di perumahan dinas, Wi-Fi, pompa air) mesin pangkas rumput,” tutur sumber.
Selain itu, kata sumber bahwa Inventaris Puskesmas dan inventaris pribadi Kepala Puskesmas, tidak ada kejelasan tentang kepemilikannya sehingga ada sebagian besar inventaris Puskesmas sering dipakai Kepala Puskesmas untuk kepentingan pribadi.
” Kita tidak bisa bedakan mana inventaris kantor dan milik pribadi dari Kapus, karena kepemilikan barang-barang itu tidak jelas, sehingga semua inventaris kantor di gunakan Kapus untuk kepentingan pribadi,” beber sumber lagi.
Parahnya lagi, setiap kegiatan Pusling, harus menunggu Kapus ada di tempat baru kegiatan tersebut dilaksanakan.
Sementara sumber mengaku, kalau jadwal kegiatan di Desa Hokmar pun tidak menentu lantaran bahan bakar minyak dan kunci sped boad di simpan oleh Kapus sehingga pegawai tidak dapat melakukan tugas pusling di setiap Desa wilayah kerjanya.
” Tanggal pusling di Desa Hokmar tidak sesuai dengan yang ditentukan, jadi kita menunggu Kepala Puskesmas datang baru kegiatan pusling bisa dijalankan, karena bahan bakar minyak serta kunci speed boad di pegang atau disimpan oleh Kepala Puskesmas” ujar sumber dengan nada kesal.
Selain itu, tambah sumber, ada banyak program yang tidak dijalankan Puskesmas baik program gizi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang di berikan dari Dinas kesehatan provinsi selama 3 (tiga)bulan terakhir tidak di realisasikan kepada balita yang ada di Desa Lutur dan Hokmar, tetapi biskuit itu justru dipajang di kios milik Kapus.
“Selama 3 bulan terakhir biskuit itu tidak diberikan kepada balita yang berada di Desa Lutur dan Desa Hokmar, namun biskuit tersebut sudah tidak ada, serta penyimpanan biskuit PMT tidak pernah disimpan di dalam gedung puskesmas tetapi di simpan di kios pribadi milik Kepala Puskesmas,” ungkapnya.
Dijelaskan pula bahwa untuk Program TB, tidak ada kejelasan, siapa pemegang program dan tidak pernah dilakukan pemeriksaan, tetapi laporan bulanan ke Dinas Kesehatan setiap bulan masuk.
Sementara itu, untuk Program Kesehatan lingkungan (Kesling) kegiatan STBM di laksanakan di desa lutur tetapi pertanggung jawaban BOK menggunakan nama desa hokmar.
Dijelaskan pula, kegiatan pemusnahan limbah covid-19 yang seharusnya petugas kesling jalankan tetapi anggaran dan pelaporan LPJ BOK, bukan pemegang program serta membawa limbah medis memakai dana pribadi.
“Keluhan masyarakat pada pencabutan KB Implan tidak lengkap, bahkan ada beberapa oknum masyarakat yang belum dilakukan pencabutan implan padahal sudah lewat masa yang ditentukan. Staf Puskesmas juga tidak pernah mendatangani bukti penerimaan anggaran BPJS,” bener sumber.
Kemudian kegiatan imunisasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di berikan dosis 1 pada tanggal 14 maret 2022, sementara dosis 2 belum dijalankan sampai sekarang dan masyarakat yang mendapat dosis 1 di Desa Hokmar pada tanggal 17 januari 2022.
“Dan dosis 2 belum diberikan,” ujarnya lagi.
Olehnya terhadap persoalan ini, sumber meminta agar Kadis selaku pimpinan dapat menindaklanjuti surat penolakan tersebut demi meningkatkan kinerja ASN di daerah ini.
Hingga berita ini disiarkan, wartawan belum dapat mengkonfirmasi Kapus Lutur tersebut. (Tim)






