Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menyerahkan hewan qurban Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Aru, Sabtu (9/7/2022).
Penyerahan hewan qurban sapi dari Pemkab Aru diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Muin Sogalrey kepada Ketua PHBI Rusli Goulap di halaman Masjid Al-Jan’nah Sipur Pantai yang dihadiri Forkopimda Aru, pimpinan OPD dan pengurus PHBI Kepulauan Aru.
Wabup Sogalrey dalam sambutannya mengatakan Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, adalah momen dimana kaum Muslimin yang sedang menunaikan Haji.
Disamping Idul Adha, kata Sogalrey, dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Selain itu, bagi umat muslim yang belum mampu melakukan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketaqwaan dan kecintaanya kepada Allah SWT.
Sogalrey menjelaskan, historis perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, dalam Napak Tilas Iman-nya dimana mendapatkan perintah dari Allah sebanyak 3 (tiga) kali melalui mimpi.
“Setelah mendapatkan petunjuk dan yakin bahwa itu adalah perintah Allah, maka Ibrahim dengan ikhlas akan menyembelih puteranya sendiri, yaitu Ismail. Setelah Ibrahim dan Ismail kedua-duanya ikhlas untuk menjalankan perintah Allah, ternyata Allah mengganti Ismail menjadi domba,” jelasnya.
Ditambahkan, Tradisi qurban dalam hari raya Idul Adha memiliki dua dimensi. Pertama, makna qurban memiliki dimensi ibadah-spiritual. Kedua, makna qurban punya dimensi sosial,
“Kedua Dimensi ibadah dalam tradisi qurban sudah jelas menjadi bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya. Ketaatan itu harus dilandasi dengan rasa ikhlas sepenuhnya, sehingga kita menjadi dekat dengan Allah. Hal inilah yang dimaksud qurban dalam pengertian ibadah, yakni qarib,” ungkap Sogalrey.
Selain itu, sambungnya, dimensi sosial dalam tradisi qurban adalah ibadah qurban yang bertujuan memberikan kesejahteraan kepada lingkungan sosial berupa daging qurban, dari perspektif sosial. ” Ini menjadi bagian dari ketakwaan kita kepada Allah secara horizontal,” katanya.
Wabup dua periode ini juga menyampaikan, akikat berqurban adalah bahwa kita harus kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Karena manusia dan jin tidaklah diciptakan, kecuali untuk beribadah. Sebagaimana lanjut Sogalrey, ujian Allah kepada Nabi Ibrahim, hikmah dari segala peristiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh Ridho Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah.
“Namun, tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan dan menurut kita ibadah, itu menjadi sia-sia karena tidak dilakukan dengan ikhlas,” ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Daerah, Sogalrey mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PHBI Kabupaten Kepulauan Aru atas kerja samanya memfasilitasi Ibadah Idhul Adha Tahun ini.
“Sebagai bagian untuk maksud ini, Pemerintah Daerah menyerahkan Hewan Qurban kepada Panitia Hari-Hari Besar Islam Kabupaten Kepulauan Aru, selanjutnya diserahkan kepada saudara-saudara kita kaum Duafah yang membutuhkan, sebagai bentuk pemaknaan bahwa harta kita sebetulnya milik Allah dan dibagikan untuk semua orang dan hal Ini menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah,” pungkas Solgarey.






