Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga berharap stunting di Kepulauan Aru terus mengalami penurunan tiap tahun, sehingga masyarakat yang sejahtera, mandiri, adil dan bermartabat dapat di wujudkan sebagaimana visi dan misi Pemerintahan saat ini.
” Harapan kami, angka stunting di Kabupaten Kepulauan Aru terus mengalami penurunan pada setiap tahun, sehingga masyarakat yang sejahtera, mandiri, adil dan bermartabat dapat kita wujudkan sebagaimana Visi dan Misi yang kami usung pada periode kepemimpinan 2021-2026,” ucapnya saat membuka kegiatan Rembuk Stunting yang digelar Dinas Kesehatan Kepulauan Aru, Selasa (7/6/2022) di lantai II kantor BPKAD Kepulauan Aru.
Gonga menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
” Umumnya asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ” ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa stunting merupakan masalah yang serius karena dapat menghambat pertumbuhan fisik, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit dan mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dini dan produktifitasnya di masa dewasanya.
Bahkan sambung Gonga, stunting dan masalah gizi lainnya diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3 % produk domestik tiap tahunnya.
Bupati menambahkan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, dimana salah satu instruksinya adalah kepada seluruh perangkat pemerintahan daerah mulai dari bupati, gubernur dan wakil kota, camat hingga kepala desa.
Ditambahkan pula, target optimis pemerintah Indonesia untuk penurunan prevalensi stunting hingga 14 % pada tahun 2024 tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), 2020-2024.
“Hal tersebut tentu memerlukan penguatan upaya percepatan yang efektif dan tepat sasaran dari berbagai sektor di tingkat pusat, daerah dan desa,” pungkas Bupati dua periode ini.







