Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru merayakan hari jadinya yang ke-18. Upacara peringatan hari jadi Kabupaten Kepulauan Aru berlangsung sederhana di halaman kantor Bupati, Sabtu (18/12/2021).
” Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Aru adalah Momen tonggak sejarah penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga tanggal 18 Desember 2003 ditetapkan sebagai Hari Lahir Kabupaten Kepulauan Aru,” ucap Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga dalam sambutan saat memimpin upacara hari jadi Kabupaten.
Dikatakan, disemangati tema Peringatan Hari Ulang Tahun kali ini yaitu “Dengan Semangat Sita Kaka Walike, Kita Sukseskan Vaksinasi Nasional, Demi Peningkatan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Bumi Jargaria Sarkwarisa”. Hal ini, kata Gonga, memiliki pesan moral bahwa, Bencana Non alam dimasa Pandemi Covid 19, merupakan urusan kita bersama Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha.
“Oleh karena itu marilah kita jadikan peringatan Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Kepulauan Aru sebagai momentum menyatukan tekad dan langkah kita bersinergi mendukung program Pemerintah memasifkan gerakan partisipasi aktif masyarakat terhadap vaksinasi yang sementara berlangsung, dengan dukungan dan doa serta sinergi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru Insya Allah kita dapat segera melewati dan terbebas dari Pandemi Covid-19, demi pemulihan ekonomi nasional serta hidup sosial berkelanjutan yang harmonis dan damai,” ucapnya.
Selain itu dikatakan pula bahwa Peringatan Hari Jadi ke-18 Kabupaten Kepulauan Aru adalah juga merupakan peristiwa bersejarah, bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru.
“Hari Jadi ke-18 Kabupaten Kepulauan Aru sebagai cermin, sejauh mana jati diri anak negeri membawa eksistensi daerah kearah yang lebih maju, sejalan dengan cita cita para leluhur dan pelaku sejarah Kabupaten Kepulauan Aru,” kata Gonga.
Menurut Bupati, Makna yang terkandung didalam Hari Jadi yang jatuh pada hari ini adalah, bagaimana mengingatkan kita kepada ajaran-ajaran kebaikan, nilai keikhlasan, makna perjuangan dan pengabdian.
Sebab, lanjutnya, setinggi apapun gelombang, penghalang yang menghadang kita akan tetap melangkah untuk meraih cita, mewujudkan masyarakat yang sejahtera, dalam semangat hidup Sita Kaka Walike, Sita Eka Tu.
Hari Jadi ini, merupakan momen untuk memupuk semangat kebersamaan, persatuan, banyak kemajuan dan prestasi yang kita raih, namun masih ada tanggung jawab besar kita, untuk memajukan negeri ini.
“Sebagai wujud kepatuhan kita terhadap protokol penanganan Covid-19, maka pelaksanaan upacara kali ini tidak seperti tahun sebelumnya, pembatasan sosial, serta prokes, selain itu pula dalam kesederhanaan kita merayakannya dengan ikut berbela rasa, dengan saudara – saudara kita yang tertimpa bencana, hampir di seluruh wilayah indonesia belakangan ini,” ungkap Bupati Gonga.
Dirinya juga mengungkapkan, Pada tahun pertama diperiode kedua pemerintahan mereka (Gonga-Muin), masih tertantang dengan pandemi covid-19 yang tak juga selesai.
Untuk itu, tambah Gonga diperlukan kerja keras mendorong pembaharuan (reformasi), tetapi juga perubahan (transformasi) dan percepatan (akselerasi) pembangunan sosial, ekonomi dan budaya di Kabupaten Kepulauan Aru yang lebih maju modern dan bermartabat, sehingga menjamin pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan sebagai Kabupaten yang berada di beranda terdepan NKRI dalam menyambut Revolusi Industri Four Gae Zero.
“Hal tersebut menyebabkan Good Governance semakin berperan penting bagi pemberi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati dua periode ini menambahkan, Pemerintah tradisional yang identik dengan paper-based administration mulai ditinggalkan dan berganti kearah digital government berupa internet of things, dimana pelayanan publik akan dilakukan secara elektronik.
“Hal ini menuntut adanya kualitas pelayanan serta aparatur pemerintah daerah harus memiliki kompetensi yang baik, kecakapan yang baik dan dibantu oleh instrument teknologi, perspektif inilah yang dikembangkan oleh paradigma revolusi industri Four One Zero,” tambahnya.
Selanjutnya sambung Bupati, pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dituntut untuk berkualitas, dengan memperhatikan beberapa aspek diantaranya cepat, tepat dan efisien dalam menggunakan sumber daya dan energi yang sesuai tanpa pemborosan, efektif dalam pelaksanaan dengan waktu yang ditetapkan, transparan bagi masyarakat dan keterbukaan pemerintah dalam memberikan pelayanan, bertanggung jawab serta tepat dalam sasaran pemberian pelayanan kepada masyarakat.
“Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi pelayanan pemerintah yang belum optimal, adalah dengan penerapan Good Governance dan Egoverment akan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong partisipatif aktif, dalam pemberian informasi bagi masyarakat serta dituntut untuk lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.
Diakhir sambutan, Bupati Gonga mengajak semua masyarakat untuk mari tinggalkan segala kebiasaan kita yang sudah tidak zaman lagi yaitu saling menjatuhkan dan saling menggigit.
“Dalam hidup adik kaka, mari bahu membahu bekerja keras untuk mewujudkan Aru yang lebih baik lagi. Sambil mendukung sinergitas bersama TNI dan Polri dalam menjaga kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif, dalam upaya mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan,” tutup Gonga.
Sementara itu, pantauan media ini, dalam upacara peringatan hari jadi Kabupaten Kepulauan Aru ke-18, dibacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten. Kemudian setelah selesai upacara dilanjutkan dengan Penyerahan sejumlah bantuan dari Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi kepada para penerima serta penyerahan Tropi Piagam Penghargaan bagi pemenang lomba Dasawisma Tingkat Kabupaten, sekaligus Promosi Pakaian Adat Aru kepada para tamu undangan.






