Dobo, Tribun-Aru-Com: Pemerintah desa (Pemdes) Benjuring Kecamatan Aru Utara Timur Batuley melakukan kegiatan nikah masal, Kamis (03/09) kemarin.
Kegiatan nikah masal terhadap 49 Pasangan Suami-Istri (Pasutri) tersebut dilaksanakan di SD Inpres Kabalsiang-Benjuring.
Hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Aru Muin Sogalrey bersama Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, Kadis Dukcapil Jhon Persulessy,Kepala Seksi Bimas Islam Idham Halik Rumaf, Dosen PSDKU Unpatti Rocky Watimena,Camat Aru Utara Timur Batuley Lambert Naraha, Kades Benjuring Bosco Korisen dan Kades Kabalsiang.
Wakil Bupati Muin Sogalrey pada kesempatan itu mengapresiasi kegiatan Nika Massal yang dilaksanakan Pemerintah Desa Benjuring dan pihak PDSKU Unpatti Dobo.
“Selaku Pemerintah Daerah saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada Pemerintah Desa Benjuring dan Pengelola PSDKU Universitas Pattimura Ambon di Kabupaten Kepulauan Aru, yang mana membangun kerja sama untuk melakukan Pembinaan dan Pemberdayaan Desa dengan kegiatan Pernikahan Masal dan Sosialisasi bertemakan Satu Langkah Kecil Dengan Kepedulian Besar Bersama Membangun Desa, ini dapat berjalan dengan sukses,” ucapnya.
Menurut Sogalrey, baik pemerintah daerah, pemerintah desa dan juga masyarakat, semuanya patut bangga bahwa cikal bakal tumbuh kembang sebuah Bangsa dapat diwujudkan dengan pergerakan semangat pembangunan dari Desa yang sementara ini digaunkan oleh pemerintah pusat dan daerah yang telah diwujudkan dengan semangat anak-anak muda yang bersepakat membangun Negeri yang kita cintai ini Jargaria -Sarkwarisa.
“Dengan konsep dan Ide yang cemerlang dari Civitas Akademi PSDKU di Kabupaten Kepulauan Aru bersama Pemerintah Desa Benjuring ini sekali lagi saya ucapkan selamat dan atas terselenggaranya acara ini,” sambungnya lagi.
Sogalrey mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi dengan tajuk yang begitu Edukatif diharapkan akan mampu memberikan Input yang Positif bagi masyarakat Desa Benjuring.
“Saya rasa akan memberikan input yang positif untuk seluruh masyarakat desa Benjuring dalam rangka bersama membangun desa ini ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Dirinya menjelaskan, keberhasilan pembangunan suatu desa bukan ditentukan dari besar kecilnya ADD atau kecerdasan beripikir para pemimpin dan perangkat desa, tatapi hal yang paling terpenting adalah kerjasama dan kebersamaan seluruh elemen di desa, dimana ditunjukan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Berfikir bersama, merencanakan, merumuskan serta melaksanakan dan mengevaluasi bersama seluruh program dan kegiatan yang akan dilaksanakan maka akan memajukan suatu desa yang lebih baik lagi,” terang Wabup Aru.
Dijelaskannya, dirinya merasa bangga atas segala inisiasi dan upaya baik dari Pemdes Benjuring, PSDKU,Tokoh Agama dan Kadis Kependudukan Dan Catatan Sipil untuk memfasilitasi Pasutri dalam nikah masal di Desa Benjuring.
“Saya merasa bangga karena ini adalah bagian dari program pemerintah yang memastikan saudara-saudara kita dapat terfasilitasi,” ucap Sogalrey.
Dia juga menjelaskan, dengan nikah masal ini, selain untuk dapat mengurangi jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah, kita dapat membantu mereka membentuk rumah tangga baru yang sesuai dengan kaidah dan norma agama serta kehidupan bermasyarakat, juga untuk memastikan kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus yang berkualitas untuk menjamin kesejahteraan bangsa dan daerah kelak.
Sementara itu, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kepulauan Aru, Jhon Persulessy mengatakan bahwa Pasangan Suami-Istri (Pasutri) yang mengikuti pernikahan masal ini akan menerima kutipan Akta Nikah secara gratis sebagai bukti secara Hukum Negara telah terdaftar pernikahannya dalam administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Akta Nikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sangat penting untuk mengurus berbagai dokumen diantaranya Akta Kelahiran anak dari hasil pernikahan, jadi kalau sudah nikah wajib memiliki akta nikah karena sangat penting,” tutur Persulessy.
Terpisah, Kepala Desa Benjuring Bosco Korisen kepada media ini mengatakan, kegiatan Nikah Masal yang di lakukannya atas kerjasama Pemerintah Desa Benjuring dan PSDKU Universitas Pattimura Ambon Di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Jadi, selain 49 Pasutri tersebut, ada 7 pasutri juga yang beragama Islam dan dilakukan oleh KUA,” tandas Bosco yang juga mantan Wartawan ini.







