Dobo, BeritaJar.com: Ada kisah menarik di kota Dobo Kepulauan Aru, dimana sejumlah pemuda Kristen ikut membantu menjaga sukarela masjid saat shalat Ied sedang berlangsung, Minggu (24/05/2020) pagi.
Para pemuda dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Dobo dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kepulauan Aru ini berbaur dengan aparat Polisi dan TNI melakukan pengamanan dan menyebar di seluruh tempat ibadah.
Puluhan umat Islam nampak khusyuk melaksanakan shalat Ied di beberapa masjid yang ada di dalam Kota Dobo.
Pengamanan pun berjalan lancar sampai shalat Ied berakhir sekira pukul 07.30 WIT. Para pemuda Kristen itu sebelumnya berjaga-jaga di sekitar masjid, sejak pukul 05.30 pagi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pemuda Kristen dari GMKI dan GAMKI dibagi dalam beberapa kelompok yang tersebar di mesjid-mesjid di kota Dobo. Mereka mengenakan pakaian berwarna biru kebesaran organisasi
Sejak pukul 05.45, mereka berjaga mengatur arus lalu lintas yang melewati jalan itu. Mereka juga membantu menyeberangkan orang-orang yang akan menunaikan shalat Ied maupun sesudah menunaikan Shalat Ied.
“Kami dari GMKI Dobo dan juga GAMKI Aru bersama-sama dengan aparat keamanan untuk menjaga jalannya ibadah sholat di mesjid-mesjid, karena sudah 2 tahun berturut- turut kami melakukan hal ini,” jelas Ketua GMKI Cabang Dobo, Robert Tildjuir kepada media ini usai kegiatan tersebut.
Selain itu, tambah Tildjuir, pihaknya juga memberikan Masker kepada mereka yang datang saat beribadah di masjid.
“Jadi tadi itu, kami juga membagikan sejumlah masker pada jamaah yang datang mau sholat tapi tidak bawa masker. Nah, ini juga adalah salah satu bagian dari Protokol Kesehatan,” ucapnya.
Sementara itu, Udin Warga Dobo kepada media ini memberikan apresiasi positif terkait keterlibatan pemuda Kristen dalam pengamanan saat pelaksanaan shalat hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah di beberapa titik lokasi kota Dobo.
“Keterlibatan pemuda-pemuda ini dalam kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang sangat positif dan patut dicontohi,” ucapnya.
Menurutnya, Indonesia khususnya Kepulauan Aru terdiri dari berbagai suku, golongan dan agama. Oleh karena itu, orang muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun toleransi menuju Indonesia yang damai.
Untuk diketahui, Shalat Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang mana tahun lalu, Shalat Id dilakukan di lapangan Yos Soedarso Dobo secara berjamaah, akan tetapi mengingat kondisi pandemi Covid-19 sehingga ibadah shalat id diharuskan di masing-masing Mesjid dekat tempat tinggal guna mencegah penyebaran Covid-19 dan juga berkumpulnya banyak orang.







