![]() |
| Ilustrasi |
Dobo, BeritaJar.com: Lagi lagi Laut Aru memakan Korban. Kali ini sebuah Kapal motor (KM) Sanjaya 33 karam di laut Aru, akibat cuaca ekstrem dan di hantam gelombang tinggi. Kapal nelayan tersebut mengangkut 15 anak buah kapal (ABK) dan nakhoda.
Sebelumnya, KM Hamparan Segara Niaga XI tenggelam di perairan pulau Ngoba Desa Warialau Kecamatan Aru Utara, Minggu (8/3/2020). Kapal Nelayan tersebut saat melakukan penangkapan ikan di perairan laut Aru dan dihantam gelombang besar karena cuaca ekstrim dan Sebelas orang dari 12 penumpang kapal tersebut berhasil di temukan personil Polsek Aru Utara, sedangkan satu penumpang belum ditemukan.
Kepala BPBD Aru, Fredrik Hendrik kepada Tribun-Aru, Minggu (15/3/2020) mengatakan bahwa kapal nelayan yang karam tersebut hendak menuju lokasi penangkapan ikan di laut Aru akan tetapi diajar ombak besar.
Lanjut dikatakan, berdasarkan informasi yang didapat dari Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Dobo bahwa ada kapal nelayan yang karam di laut Aru tepatnya di perairan Rebi Kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru Maluku.
” Pada jam 09.10 Wit, Saya menerima info dari Kepala Perikanan Dobo Pa Ali Tualeka bahwa KM Sanjaya 33 27GT mengalami Karam di sekitar perairan Rebi Kecamatan Aru Selatan Utara,” ungkap Hendrik.
Untuk itu tamban Hendrik, Aksi yang telah dilakukan Team SAR gabungan yaitu menolong para ABK dengan menggunakan KM. Tenaga dan telah menuju lokasi pencarian.
” Unsur yang terlibat yakni Perikanan Kepulauan Aru dan Angkatan Laut Dobo telah menuju lokasi kejadian dengan menggunakan KM. Tenaga Baru guna memberikan pertolongan,” katanya.
Sementara Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Dobo, Ali Tualeka membenarkan kejadian tersebut.
” Memeng benar ada kapal nelayan yaitu KM Sanjaya 33 yang karam di laut Aru tepatnya di Perairan pulau Terangan Aru Selatan,” katanya.
Kapal itu lanjut Tualeka, hendak menuju lokasi penangkapan ikan akan tetapi dihantam ombak dan angin besar.
Dirinya juga menjelaskan bahwa awal kejadian tersebut dilaporkan oleh salah satu ABK KM Sanjaya 33. ” Yang melaporkan sebelum kapal tenggelam adalah ABK dan jumlah semua ABK 15 Orang,” jelas Ali.
Ditanya terkait kondisi ABK dan kapal tersebut, Tualeka mengatakan sampai sekarang belum ada informasi para ABK
” Belum ada info tentang ABKnya, jadi kita tunggu saja karena Tim pertolongan sementara menuju lokasi kejadian untuk membantu dan mengevakuasi,” tutup Ali.






