Jalan Tergenang Air, Wabup Aru Turun Bantu Warga Ambil Sampah

oleh -
oleh


Dobo, BeritaJar.comWakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey turun jalan untuk memantau serta membantu warga kota Dobo mengangkat sampah yang berserahkan di jalanan akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi sejak pagi hingga sore.

Pantauan media ini Sabtu (7/3) sore di beberapa titik kota Dobo, Sesosok pemimpin yang merakyat ini tampak terlihat sedang membersihkan sampah-sampah bersama warga setempat yang mengakibatkan saluran got² tersumbat.
Selain membersihkan Sampah bersama Warga di jalan Alexsander mesakh, Muin Sogalrey juga memantau beberapa titik banjir/ tergenang air seperti di dusun Marbali, depan bandara Rar Gwamar Dobo, dan beberapa tempat lainnya.
Ino, salah satu warga kepada media ini mengatakan bahwa dengan kehadiran bapak Wakil Bupati Muin Sogalrey di lokasi banjir perlu di apresiasi.
” Kami memberikan apresiasi kepada bapak Wakil Bupati atas kehadiran beliau. Karena telah hujan- hujanan relah datang membantu kami warga disini membersihkan sampah-sampah yang menjadi biang kebanjiran,” katanya.
Selain itu lanjut Ino, kehadiran Wabup juga merupakan pemimpin yang rendah hati yang mana telah turun jalan serta langsung melihat rakyatnya yang berdampak.
Dirinya menambahkan, dengan kehadiran Wabup juga langsung memerintahkan dinas terkait untuk datang bersama warga membersihkan saluran air serta mengambil sisah-sisah sampah yang berserakan dengan menggunakan mobil Truk milik dinas tersebut. 
” Tadi juga Pa Muin langsung menelpon Kepala UPTD Kebersihan untuk datang membantu kami mengangkat sampah- sampah. Jadi sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Wakil Bupati atas kehadirannya bersama Kami,” ucap Ino.
Sementara Plt Kadis Pekerjaan Umum Kepulauan Aru, Ricky Putnarubun menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung pada saat hujan keseluruh wilayah kota Dobo.
” Kami telah melakukan pemantauan di seluruh titik sampai dengn dusun Marbali, dan 2 tempat genangan air yg sangat banyak adalah DOK dan Bandara,” katanya.  
Untuk itu, Solusi yang diambil untuk Dok adalah kami menyewa masyarakat untuk membongkar talut sekitar 1 meter dan syukur dapat teratasi,  sedangkan depan Bandara masalahnya adalah grainase/got yang tidak seimbang dengan  air yang banyak. 
“Jadi kami menyuruh dan menyewa masyarakat membongkar talut  sehingga bisa mengurangi air yang ada,” jelas kadis.