Dobo, Beritajar.com: Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mencegah meluasnya bentrokan antar kelompok pemuda yang terjadi di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (5/8/2026).
Bentrokan yang melibatkan pemuda Lorong Laser dan Besitua dengan pemuda Kompleks Kampus sempat berlangsung di depan Polsek Pulau-Pulau Aru, Jalan Ali Moertopo, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru.
Berkat respons cepat aparat keamanan yang dipimpin langsung Wakapolres Kepulauan Aru Kompol Djesy Batara bersama personel Brimob dan Koramil 1503-03/Dobo, situasi berhasil dikendalikan sebelum meluas ke wilayah permukiman warga.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga Kompleks Besitua berinisial FM mengalami luka pada bagian dada kanan akibat terkena tembakan senapan angin.
Korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Cendrawasih Dobo dalam kondisi sadar dan masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen untuk menentukan tindakan operasi lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, bentrokan terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Kedua kelompok pemuda terlibat aksi saling serang menggunakan panah wayer, busur, senjata tajam, batu, hingga senapan angin yang mengakibatkan situasi di sekitar lokasi sempat mencekam.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WIT ketika sejumlah pemuda Kompleks Kampis yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras (Miras) datang dari arah Jalan Ali Moertopo dengan membawa senapan angin tabung. Kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan terhadap pemuda Kompleks Besitua dan Lorong Laser di sekitar SD Inpres 4 Dobo.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh pemuda Lorong Laser dan Besitua dengan menggunakan panah wayer serta lemparan batu. Aksi saling serang pun tidak dapat dihindari dan berlangsung di beberapa titik di sekitar lokasi kejadian.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa bentrokan diduga dipicu oleh kabar mengenai seorang pelajar asal Kompleks Kampis yang dipanah saat pulang sekolah. Informasi tersebut diduga memicu kemarahan sejumlah pemuda Kompleks Kampis yang kemudian melakukan aksi balasan terhadap kelompok yang diduga terlibat.
Mendapat laporan adanya bentrokan, sekitar pukul 13.50 WIT personel Polres Kepulauan Aru yang dipimpin langsung Wakapolres Kompol Djesy Batara bersama personel Brimob dan Koramil 1503-03/Dobo bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi.
Setibanya di lokasi, aparat keamanan langsung berupaya melerai kedua kelompok yang bertikai. Namun, upaya tersebut sempat mendapat perlawanan karena massa tidak mengindahkan imbauan petugas. Aparat kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tetap tidak dihiraukan oleh massa yang bertikai.
Untuk mencegah bentrokan semakin meluas dan menghindari jatuhnya korban tambahan, aparat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata. Langkah tersebut efektif membubarkan massa sehingga kedua kelompok kembali ke kompleks masing-masing dan situasi dapat dikendalikan.
Pantauan media ini hingga sore hari menunjukkan kondisi keamanan di lokasi telah berangsur kondusif. Personel TNI dan Polri masih berjaga di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Meski demikian, ketegangan antar kedua kelompok pemuda masih terlihat. Masing-masing kelompok dilaporkan masih berjaga di kompleksnya masing-masing.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai proses mediasi atau langkah penyelesaian yang akan ditempuh oleh pemerintah daerah maupun pihak kepolisian untuk mendamaikan kedua kelompok yang bertikai.
Aparat keamanan mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menahan diri, tidak terprovokasi oleh isu yang beredar, serta menyerahkan penanganan persoalan kepada pihak berwenang demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kepulauan Aru.






