Longboat Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk di Kepulauan Tanimbar, 13 Penumpang Selamat, Satu Korban Ditemukan Meninggal

oleh -

Ambon, Beritajar.com: Kecelakaan laut kembali terjadi di Perairan Maluku. Sebuah longboat yang mengangkut 14 penumpang tenggelam akibat cuaca buruk saat berlayar dari Pulau Sera, Desa Kamatubun menuju Pulau Selu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dalam insiden tersebut, 13 penumpang berhasil selamat, sementara satu orang penumpang ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang.

Informasi yang diterima Pos SAR Saumlaki dari BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Selasa (8/7) sekitar pukul 11.10 WIT menyebutkan, longboat tersebut berangkat dari Pulau Sera pada Selasa (7/7) pukul 08.30 WIT. Perjalanan awal berlangsung normal, namun di tengah pelayaran cuaca tiba-tiba memburuk disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan longboat tenggelam.

Sebanyak 13 penumpang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi ke Pulau Sera. Sementara itu, seorang penumpang bernama Thomas Kadung (42) dinyatakan hilang sehingga dilakukan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 11.30 WIT Tim Rescue Pos SAR Saumlaki bersama unsur Potensi SAR bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Lokasi pencarian berada pada koordinat 7°36’51.43″S – 130°59’3.38″E, berjarak sekitar 42,3 mil laut dari Pelabuhan Saumlaki.

Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, yang memimpin langsung operasi pencarian mengatakan, tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIT dan segera melakukan penyisiran meski kondisi cuaca di perairan masih cukup berbahaya.

“Walaupun di tengah cuaca perairan yang buruk, upaya pencarian korban tidak berhenti dan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel,” ujarnya.

Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban sekitar pukul 17.49 WIT. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Perairan Hutan Bakau Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu, dengan jarak sekitar 4,6 mil laut dari lokasi awal kecelakaan.

Jenazah kemudian dievakuasi menuju Pulau Sera dan tiba sekitar pukul 19.20 WIT. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, Polairud Polres Saumlaki, serta masyarakat setempat. Adapun sarana yang digunakan meliputi RIB Pos SAR Saumlaki dan longboat milik masyarakat.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, namun angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan mencapai 31 knot serta tinggi gelombang sekitar 2,5 meter, yang cukup membahayakan aktivitas pelayaran.