Dobo, Beritajar.com: Tokoh muda Kepulauan Aru sekaligus praktisi hukum, Hery Albert Gardjalay, SH., MH, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah cepat yang dilakukan Polres Kepulauan Aru bersama Pemerintah Daerah dalam meredam konflik antar kelompok pemuda yang terjadi di Kota Dobo.
Pernyataan tersebut disampaikan Hery kepada wartawan di Dobo, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, upaya yang dilakukan aparat keamanan dalam mengendalikan situasi patut diapresiasi karena berhasil mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas dan mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.
“Sebagai tokoh pemuda dan praktisi hukum, saya mendukung penuh langkah Polres Kepulauan Aru dalam meredam konflik antar kelompok pemuda. Penanganan yang dilakukan harus mengedepankan penegakan hukum yang tegas, namun tetap humanis agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menilai konflik yang melibatkan oknum pemuda asal Desa Salarem dan Desa Kalar-Kalar tersebut harus dilihat secara objektif sebagai tindakan yang dilakukan oleh individu-individu tertentu, bukan konflik yang mewakili kelompok masyarakat, suku, maupun agama tertentu.
“Ini murni persoalan yang dipicu oleh oknum-oknum tertentu dan tidak boleh digiring menjadi konflik komunal. Karena itu, langkah preemtif dan preventif yang dilakukan Polres Kepulauan Aru perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Hery juga mengapresiasi respons cepat Kapolres Kepulauan Aru bersama jajaran TNI-Polri yang langsung turun ke lapangan untuk mengendalikan situasi dan menjaga keamanan masyarakat. Menurutnya, kesigapan aparat telah berhasil mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat yang sempat resah akibat terjadinya bentrokan dan penggunaan senjata tradisional oleh sejumlah oknum.
Dalam pandangannya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum semata, tetapi juga harus melibatkan pendekatan sosial dan adat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aru.
Untuk itu, Hery mendorong beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan guna menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, yakni melalui mediasi komprehensif, restorative justice, dan penegakan hukum yang tegas terhadap para provokator.
Dikatakan pula, mediasi harus mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah untuk mencari solusi damai yang dapat diterima semua pihak.
Selain itu, pendekatan restorative justice juga dinilai penting, terutama karena konflik tersebut melibatkan anak-anak muda yang masih memiliki masa depan panjang. Melalui pendekatan ini, penyelesaian dapat mengedepankan pemulihan hubungan sosial dan kesepakatan damai tanpa harus selalu berakhir di meja hijau.
Namun demikian, Hery menegaskan bahwa aparat penegak hukum tetap harus bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau sengaja memprovokasi terjadinya kekerasan.
“Langkah hukum dan adat harus berjalan seiring. Perdamaian harus diwujudkan, tetapi terhadap provokator atau pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana, proses hukum tetap harus ditegakkan demi memberikan efek jera,” katanya.
Lebih lanjut, dirinya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas. Ia menilai penyebaran hoaks dan informasi provokatif berpotensi memperkeruh suasana dan menghambat proses perdamaian yang sedang diupayakan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai kita terpecah hanya karena informasi yang belum tentu benar,” ujar Hery.
Praktisi hukum ini juga menegaskan bahwa masa depan Kepulauan Aru berada di tangan generasi muda. Karena itu, seluruh pemuda harus menjadi pelopor perdamaian dan menjaga persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Aru.
“Masa depan Aru ada di tangan generasi muda. Kita tidak boleh membiarkan pembangunan dan kedamaian di daerah ini terganggu hanya karena ego sektoral atau perselisihan antar oknum. Mari kita jaga Aru sebagai daerah yang aman, damai, dan bermartabat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Hery kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan sebagai sesama orang Aru.
“Sekali lagi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu murahan yang dapat memecah belah kita sebagai orang basudara di Bumi Jargaria. Mari bersama-sama mendukung upaya perdamaian demi keamanan dan kemajuan Kepulauan Aru,” tutupnya.






