Dobo, Beritajar.com: Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Aula Cenderawasih Dobo saat Taman Kanak-Kanak (TK) Yos Sudarso Dobo, yang berada di bawah naungan Yayasan Bintang Timur Kei Aru, menggelar acara Pelepasan Peserta Didik dan Pentas Seni Tahun Ajaran 2025/2026, Jumat (19/6/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Masyarakat untuk PAUD Berkualitas”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan siap melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh Wakil Uskup Kepulauan Aru RP. Tino Ulahayanan, MSC, Kepala Perwakilan Yayasan Bintang Timur Kei Aru Suster Domatila Porubun, TMM, para guru, orang tua murid, pengurus yayasan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi perarakan peserta didik Kelompok B yang memasuki aula dengan penuh semangat. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Profil Pelajar Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Ikrar Anak TK Indonesia oleh Elisabeth Maria Barends, hingga prosesi pelepasan peserta didik yang menjadi puncak kegiatan.
Ketua Panitia, Maria Solsolai, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sepenuhnya didukung oleh partisipasi orang tua murid tanpa menggunakan dana operasional sekolah.
“Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari sumbangan orang tua murid dan dikelola secara terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Yayasan Bintang Timur Kei Aru, Suster Domatila Porubun, TMM, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di TK Yos Sudarso Dobo.
“Atas nama Yayasan Bintang Timur Kei Aru, kami menyampaikan selamat kepada seluruh peserta didik yang hari ini menyelesaikan pendidikan di TK Yos Sudarso Dobo dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Hari ini merupakan momen istimewa yang menandai berakhirnya satu tahap perjalanan dan menjadi awal langkah baru menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Menurut Suster Domatila, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Pendidikan yang berkualitas memerlukan kerja sama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan bagi anak-anak. Sekolah berperan sebagai tempat pembelajaran dan pembentukan karakter, sementara masyarakat menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.
“Ketika ketiga unsur ini berjalan bersama, maka kualitas pendidikan anak usia dini akan semakin baik dan berdampak positif bagi masa depan generasi kita. Anak-anak yang kita didik hari ini adalah calon pemimpin, pelayan masyarakat, dan penerus bangsa di masa depan,” katanya.
Suster Domatila juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih selama proses pembelajaran. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada TK Yos Sudarso Dobo serta mendukung berbagai program sekolah.
Kepada para peserta didik yang dilepas, ia berpesan agar tetap rajin belajar, rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru, serta tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Uskup Kepulauan Aru, RP. Tino Ulahayanan, MSC, memberikan apresiasi tinggi kepada para suster, guru, dan seluruh pihak yang telah mendedikasikan diri dalam dunia pendidikan, khususnya di TK Yos Sudarso Dobo.
Dalam sambutannya, RP. Tino menilai perkembangan TK Yos Sudarso selama lebih dari dua dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari segi kualitas pelayanan maupun mutu pendidikan.
Dirinya juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang terus memberikan kepercayaan kepada lembaga pendidikan tersebut dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka.
Menurut RP. Tino, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media digital yang turut memengaruhi kehidupan anak-anak.
“Teknologi dapat memberikan banyak pengetahuan kepada anak-anak, tetapi yang tidak bisa digantikan adalah pembentukan karakter. Di sinilah peran orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi yang memiliki masa depan,” tegasnya.
Dijelaskan pula bahwa pendidikan anak usia dini memiliki tujuan utama membantu anak mengenal dirinya sebagai pribadi yang berharga sekaligus menemukan bakat, potensi, dan kemampuan yang dimiliki. Karena itu, kegiatan pentas seni menjadi salah satu sarana penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri sejak dini.
RP. Tino juga menekankan bahwa pendidikan sesungguhnya dimulai dari keluarga. Kebiasaan belajar, berdoa, menghormati sesama, dan berbuat baik harus ditanamkan sejak dini di lingkungan rumah sebelum diperkuat oleh sekolah.
Selain itu, ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru yang mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap kemajuan dunia pendidikan meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan.
Di akhir sambutannya, RP. Tino mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dalam membangun generasi muda Aru yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
“Saya percaya dari anak-anak yang hari ini masih duduk di bangku TK, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin yang menentukan masa depan daerah, bangsa, dan negara. Karena itu, mari kita berjalan bersama membangun generasi Aru yang besar,” tutupnya.
Usai prosesi pelepasan, suasana aula semakin semarak dengan berbagai penampilan pentas seni yang dibawakan para siswa. Beragam tarian, nyanyian, dan atraksi kreatif lainnya berhasil memukau para orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Pentas seni tersebut menjadi bukti hasil pembelajaran selama satu tahun ajaran sekaligus wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan mereka di depan publik.
Bagi para orang tua, momen tersebut menjadi saat yang penuh haru dan kebanggaan melihat putra-putri mereka tampil percaya diri sekaligus menuntaskan perjalanan pendidikan di jenjang taman kanak-kanak.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Acara berakhir pada pukul 11.07 WIT, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh RP. Tino Ulahayanan, MSC, dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta jamuan makan bersama seluruh peserta dan tamu undangan.






