Lahirkan Generasi Unggul, 11 SMP di Aru Gelar Workshop Deep Learning

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Sebanyak 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kepulauan Aru berkolaborasi menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juni 2026, di SMP Negeri 2 Dobo.

Workshop yang mengusung tema “Bersama Berkolaborasi Dalam Meningkatkan Pembelajaran yang Berkualitas” itu dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru, Laban Kailey, S.Pd., MT.

Adapun sekolah-sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain SMP Negeri Samang, SMP Terpadu 12 Nafar, SMP Negeri Warabal, SMP Negeri 8 Leiting, SMP Negeri 6 Salarem, SMP Negeri Terpadu 15, SMPN Satap Tasinwaha, SMP Satap Kompane, SMP Negeri Satap Selmona, serta sejumlah SMP lainnya yang tergabung dalam kolaborasi tersebut.

Dalam sambutannya, Kailey menyampaikan bahwa konsep Deep Learning atau pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang saat ini menjadi salah satu fokus dalam transformasi pendidikan nasional. Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga bagaimana peserta didik mampu memahami, menganalisis, menghubungkan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

“Pembelajaran mendalam mengajak guru untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Kailey saat membuka kegiatan.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah. Karena itu, workshop tersebut menjadi ruang penting bagi para pendidik untuk memperkaya wawasan, berbagi pengalaman, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.

Kailey mengapresiasi inisiatif para kepala sekolah yang secara bersama-sama menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antarsekolah menjadi langkah positif dalam membangun pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

“Semangat kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga. Ketika sekolah-sekolah saling mendukung dan berbagi praktik baik, maka kualitas pendidikan akan semakin meningkat. Ini merupakan bentuk komitmen nyata para kepala sekolah dalam memajukan pendidikan di Kepulauan Aru,” katanya.

Dirinya juga menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak dapat dibangun secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, kepala sekolah, guru, hingga masyarakat.

Lebih lanjut, Kailey berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan workshop tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi profesional dan menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing.

“Saya berharap setelah mengikuti workshop ini, para guru mampu menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam secara konsisten di ruang kelas. Dengan demikian, proses belajar mengajar menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan mampu menghasilkan peserta didik yang unggul baik dari sisi akademik maupun karakter,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kailey juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi wadah pengembangan kapasitas guru dan sarana berbagi inovasi pembelajaran di lingkungan SMP se-Kabupaten Kepulauan Aru.

Workshop tersebut dibiayai secara mandiri melalui Dana BOS Afirmasi Tahun 2026 yang dikelola oleh 11 kepala SMP di Kabupaten Kepulauan Aru. Dukungan pendanaan tersebut menunjukkan komitmen para kepala sekolah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai sesi materi, diskusi kelompok, praktik pembelajaran, serta penyusunan strategi implementasi Deep Learning yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di Kabupaten Kepulauan Aru.