Harga Cabai di Pasar Jargaria Melambung Tinggi, Stok Beras di Dobo Kian Menipis

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Masyarakat Kota Dobo kini tengah menjerit akibat lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian tak terkendali.

Hasil pantauan media di Pasar Jargaria pada Selasa (7/4/2026), harga cabai rawit dilaporkan melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp250.000 per kilogram, dibarengi dengan menipisnya stok beras di sejumlah agen resmi.

Lonjakan harga ini memaksa para pedagang eceran memutar otak. Udin, salah satu pedagang di Pasar Jargaria, mengungkapkan bahwa modal yang tinggi membuat mereka terpaksa menjual cabai dalam porsi kecil.

“Katong (kami) beli sudah Rp.200 ribu bahkan ada yang sampai Rp.250 ribu per kilonya. Jadi kalau jual eceran, terpaksa hanya 8 sampai 10 buah saja seharga Rp5.000,” keluh Udin.

Kondisi ini sangat membebani ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima. Meski harga mencekik, warga mengaku tidak punya pilihan selain tetap membeli walau dalam jumlah yang sangat terbatas demi kebutuhan dapur.

Tak hanya cabai, krisis pangan di Dobo diperparah dengan hilangnya stok beras di pasaran. Beberapa agen resmi di kota tersebut melaporkan kekosongan stok.

Merek-merek populer yang biasa dikonsumsi warga, seperti beras Kelapa Merah dan Pokemon, sudah tidak tersedia. Jika pun ada sisa stok di pasar, diperkirakan hanya mampu bertahan untuk satu minggu ke depan.

“Abang, katong biasa beli beras merek Kelapa Merah dan Pokemon juga habis. Harga beras yang lain juga sudah mulai naik,” ujar salah satu warga yang mengeluh saat mencari pasokan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kelangkaan dan kenaikan harga yang drastis ini belum diketahui secara pasti. Namun, spekulasi berkembang di masyarakat bahwa hal ini merupakan imbas dari tidak masuknya kapal Tol Laut ke Dobo dalam beberapa waktu terakhir.

Warga dan pedagang kini menaruh harapan besar kepada pemerintah setempat untuk segera turun tangan mencari solusi dan menstabilkan harga sebelum stok bahan pangan benar-benar habis total.