Dobo, Beritajar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, melakukan peninjauan langsung ke kawasan pesisir pantai Tanjung Lampu dan Dusun Marbali yang kini berada dalam kondisi darurat akibat abrasi parah, Senin (6/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi aktivitas penambangan galian C ilegal yang merusak ekosistem pesisir.
Didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui bidang PPKLH, Bupati menyaksikan langsung kerusakan serius pada talut penahan ombak. Terjangan gelombang laut yang terus-menerus, diperparah dengan pengambilan pasir yang tak terkendali, membuat struktur pelindung pantai tersebut hancur di beberapa titik.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Talut ini punya peran vital melindungi pesisir. Kalau pasirnya terus diambil untuk dijual dengan harga yang tidak seberapa, pemerintah harus mengeluarkan miliaran rupiah lagi untuk perbaikan. Ini kerugian besar bagi daerah,” tegas Bupati Timotius di sela-sela peninjauan.
Di kawasan Taman Kota, Dusun Marbali, Bupati menyempatkan diri berdialog langsung dengan para penambang pasir dan penggali batu. Dengan nada persuasif namun tegas, ia meminta warga segera menghentikan aktivitas mereka.
“Tidak ada toleransi lagi. Kalau kita kasih bebas satu, besok-besok yang lain ikut jalan lagi. Kita harus jaga alam ini untuk masa depan. Lebih baik kita ganti pola pikirnya daripada merusak, mari kita rawat tempat ini agar ramai dikunjungi,” ujarnya.
Bupati menginstruksikan DLH dan bidang PPKLH untuk memperketat pengawasan serta melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk penambangan ilegal.
Di sisi lain, ia juga mengevaluasi potensi kawasan Tanjung Lampu yang dikelola Dinas Pariwisata agar dikembangkan menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan.
Dirinya mengajak masyarakat setempat untuk beralih profesi mendukung sektor pariwisata, seperti berjualan makanan atau menyediakan fasilitas penunjang lainnya, ketimbang merusak alam.
“Kalau tempat ini jadi ramai dan terawat, kalian juga yang akan merasakan manfaat ekonominya tanpa harus menghancurkan tanah kelahiran kita sendiri,” tutupnya.
Peninjauan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan wilayah pesisir tetap aman dari ancaman bencana ekologis di masa depan.
Diketahui, dalam peninjauan tersebut, Bupati Kaidel didampingi Kepala BPBD Aru, Kadis Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Aru.






