Dobo, Beritajar.com: Cuaca buruk yang melanda wilayah Kecamatan Pulau-Pulau Aru pada Senin pagi (09/03/2026) memicu kerusakan hebat. Satu unit rumah tinggal dan dua kamar kos milik seorang nelayan, Bapak Daing Maro (61), di Kompleks Perek Pantai, Kelurahan Siwalima, dilaporkan roboh rata dengan tanah setelah dihantam perpaduan hujan lebat, angin kencang, dan ombak besar.
Petaka bermula saat cuaca ekstrem mengguyur wilayah Dobo dan sekitarnya sejak pukul 05.00 WIT. Puncaknya pada pukul 06.15 WIT, bangunan yang berlokasi di RT 001/RW 004 tersebut tidak kuat menahan terjangan gelombang tinggi dan hempasan angin.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pemilik rumah dan para penghuni kos dilaporkan telah mengosongkan bangunan sesaat sebelum kejadian karena merasa was-was dengan kondisi cuaca yang kian mencekam.
Sesaat setelah rumah roboh, warga bergerak cepat menghubungi pihak PLN untuk memutus aliran listrik guna menghindari korsleting atau bahaya kebakaran.
Sekitar pukul 07.40 WIT, di bawah guyuran hujan, warga bergotong-royong mengevakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang rusak berat.
“Proses evakuasi dilakukan sangat hati-hati karena kondisi bangunan yang sudah tidak stabil dan cuaca masih sangat buruk,” ujar salah satu saksi di lokasi.
Meski dinyatakan nihil korban, kerugian materil akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp 500.000.000.
Selain insiden di Perek Pantai, dilaporkan juga sebuah pohon mangga tumbang dan menimpa rumah warga di RT 004/RW 003 Kelurahan Siwalima, yang saat ini telah ditangani oleh personel BPBD Kepulauan Aru.
Aparat setempat dan petugas terkait telah mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu pembersihan puing. Korban telah dihimbau untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman mengingat potensi cuaca buruk yang masih mungkin berlanjut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif berkat kerja sama antara warga dan instansi terkait.






