Ambon, Beritajar.com: Seorang nelayan asal Desa Kasie, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar Perairan Desa Kasieh hingga kini belum kembali.
Laporan kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut diterima Comm Centre Basarnas Ambon pada Minggu, (18/01( pukul 03.10 dini hari dari Sekertaris BPBD Seram Bagian Barat.
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah alam keterangannya dijelaskan bahwa korban diketahui melaut menggunakan Perahu Katinting sejak tanggal 15/01 sekitar pukul 02.00 WIT hingga kini tak kunjung kembali. Pemerintah Desa serta Keluarga meminta bantuan SAR.
“Pada pukul 03.30 WIT, Tim Rescue Basarnas Ambon dikerahkan melalui jalur darat menuju lokasi kejadian pada koordinat 2°45’34.52″S-128°33’1.63″E, jarak -+ 177 Km, dan Heading 24.46° arah Timur Laut dari Kantor SAR Ambon,” katanya.
Selanjutnya, setelah tiba pada pukul 11.14 WIT di Desa Kasieh, Tim Rescue Basarnas Ambon langsung melakukan Brifieng Operasi SAR bersama Unsur Potensi dan Masyarakat setempat guna membagi dua SRU untuk melakukan pencarian.
Selain itu, menurutnya, SRU 1 yakni Tim Gabungan Basarnas, Brimob, dan Polairud menggunakan Rubber Boat melakukan pencarian sejauh -+ 10 Nautical Mile dari lokasi kejadian pada arah Utara Desa Kasieh.
Kemudian disusul SRU 2, yakni longboat yang beranggotakan Basarnas, Brimob dan masyarakat melakukan pencarian sejauh -+ 40 Nautical Mile pada arah Utara Kasieh. Hingga menjelang sore upaya pencarian korban oleh Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada ops sar hari kedua besok pagi. Senin, 19/01/2026,” ujar Arafah.
Dirinya juga menambahkan, korban bernama Kisman Latumapayahu umur 64. Sedangkan unsur SAR Terlibat :
Basarnas 6, Brimob 5, Polairud SBB 2, Babinsa 1, Masyarakat setempat 20,” tandasnya.






