Dobo, Beritajar.com: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Maluku, khususnya di Laut Arafura, berlaku mulai 08-12 Januari 2026.
Berdasarkan rilis yang diterima media ini, Jumat (09/1/2026), Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tinggi dan angin kencang.
Menurut data BMKG, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5-4,0 meter diprediksi terjadi di perairan Utara dan Selatan Kepulauan Aru, sedangkan gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Laut Arafura bagian barat dan tengah.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya potensi angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 35 knot di wilayah perairan Kepulauan Aru dan Laut Arafura.
Kondisi ekstrem ini dapat menyebabkan kerusakan pada kapal dan fasilitas pesisir.
Olehnya, BPBD Kepulauan Aru mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi saran keselamatan berikut:
– Perahu nelayan: angin 15 knot, gelombang 1,25 meter.
– Kapal tongkang: angin 16 knot, gelombang 1,5 meter.
– Kapal ferry: angin 21 knot, gelombang 2,5 meter.
– Kapal besar: angin 27 knot, gelombang 4 meter.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini. Kami juga siap memberikan bantuan darurat jika diperlukan,” tulisnya dalam rilisnya.
Disamping itu, BPBD Aru juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di laut saat cuaca ekstrem dan untuk mencari tempat yang aman jika terjadi gelombang tinggi.
Peringatan dini ini berlaku mulai 08-12 Januari 2026, dan akan diperbarui jika terjadi perubahan kondisi cuaca.






