Gelar Rakor Penyelenggaraan Angkutan Laut, Kantor UPP Kelas III Dobo Siap Hadapi Nataru 2025-2026

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Angkutan Laut dalam rangka memperkuat kesiapan dan koordinasi menghadapi angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kegiatan yang berlangsung, Selasa (16/12) di Terminal Penumpang Yos Sudarso Dobo tersebut melibatkan unsur terkait seperti PT Pelni (Persero) Cabang Dobo , Dinas Perhubungan, Distrik Navigasi, Karantina, Kepolisian, TNI, TKBM serta tamu undangan lainnya.

Pada rakor tersebut diisi dengan pemaparan materi dari Kapala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut, S.E yakni Rencana Operasi Angkutan Laut Nataru.

Dalam paparannya, ia menjelaskan kondisi terkini di area pelabuhan Yos Sudarso Dobo. Selain itu, persoalan kemacetan yang terjadi saat di pelabuhan saat kapal masuk.

Ruswan juga menjelaskan terkait rute kapal yang masuk dan keluar di pelabuhan Dobo selama Nataru.

Kemudian sesuai instruksi Kementerian Perhubungan, ia menyampaikan bahwa KUPP Kelas III Dobo juga akan membentuk Posko Koordinasi Nataru. Posko tersebut melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, Kepolisian Pelabuhan, TNI, Dinas Perhubungan, hingga kemungkinan penambahan unsur lainnya.

“Jadi tanggal 18 besok disepakati mendirikan pos siaga selama Nataru yang akan diisi tim gabungan dari berbagai unsur,” ucap Ruswan.

Usai pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, dimana pada sesi ini menampung berbagai saran dan masukan yang bertujuan mempermudah pelayanan bagi masyarakat terutama calon penumpang selama masa libur Natal dan tahun baru saat di pelabuhan Yos Sudarso Dobo.

Terpantau, pada diskusi tersebut Kepala Cabang Pelni Dobo, Ibrahim menyarankan agar perlunya identifikasi koordinator di titik-titik tertentu pada saat dilakukannya bongkar muat.

Kemudian pengantar/penjemput penumpang kapal di Dobo tidak diperbolehkan memasuki area yang hanya boleh dilalui oleh penumpang yang memiliki tiket.

Selanjutnya, siapkan area khusus untuk pengantar/penjemput penumpang kapal dan terakhir pengadaan kapal pandu tunda di Pelabuhan Dobo untuk meningkatkan keselamatan berlayar.

Atas saran itu, Ruswan menjelaskan bahwa koordinasi terkait TKBM telah dilakukan oleh KUPP Dobo, dan karakteristik Pelabuhan yang dekat dengan pasar dan pemukiman masyarakat sering kali ramai.

Ia menambahkan, KUPP Dobo akan mempersiapkan ruang tunggu penumpang yang layak dan rekayasa traffic atau lalu lintas di sekitar area Pelabuhan Dobo.

“Terkait cuaca ekstrem yang dapat mengganggu olah gerak kapal untuk sandar di Pelabuhan Dobo, KUPP Dobo telah reguest Pandu sehingga diupayakan tahun depan sudah ada di sini ( Dobo), ujar Ruswan.