Dobo, Beritajar.com: Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Aru melaksanakan Sosialisasi Kesadaran Masyarakat (Community Awareness) bersama pihak Australia Federal Police (AFP), Rabu (01/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ursia Urlima Polres Kepulauan Aru itu terkait perkembangan kejahatan transnasional di wilayah perbatasan.
Kapolres Kepulauan Aru dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai daerah perbatasan, Kepulauan Aru memiliki potensi besar sekaligus tantangan serius, terutama terkait ancaman kejahatan transnasional seperti narkotika, perdagangan orang, penyelundupan barang dan illegal fishing.
“Karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bersama-sama dengan pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional,” katanya.
Dijelaskan pula, Kepulauan Aru merupakan daerah strategis di wilayah perbatasan timur Indonesia yang langsung berhadapan dengan negara tetangga. Posisi ini membawa kebanggaan sekaligus tantangan.
“Di satu sisi, kita memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun di sisi lain, posisi geografis ini juga menjadikan wilayah kita rawan terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara (transnational crime),” ujar Kapolres.
Kapolres menegaskan, ancaman yang kita hadapi bukanlah ancaman kecil, melainkan ancaman serius yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, merugikan perekonomian, dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Kejahatan seperti penyelundupan narkotika, perdagangan orang, penyelundupan satwa dilindungi, kayu ilegal, hingga praktik illegal fishing, kata Kapolres Aru kerap terjadi di kawasan perbatasan. Oleh karena itu, community awareness atau kesadaran masyarakat menjadi kunci utama.
“Tanpa kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, Polri tidak akan mampu bekerja sendiri. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
AKBP Sihite juga mengaku, kegiatan hari ini memiliki makna yang sangat strategis, karena tidak hanya melibatkan Polres Kepulauan Aru dan masyarakat, tetapi juga menggandeng mitra internasional yaitu Australia Federal Police (AFP).
Untuk itu, kehadiran AFP membuktikan bahwa persoalan keamanan, khususnya di perbatasan, tidak bisa dipandang dari kacamata lokal saja, melainkan merupakan isu bersama yang harus ditangani secara kolaboratif.
“Kerja sama ini menjadi bukti bahwa Polri senantiasa membuka diri dalam membangun jejaring internasional untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan pertukaran informasi, serta menyusun strategi bersama dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas batas,” paparnya.
Sementara Penerjemah Madya Divhubinter Polri Kombes Pol. Juara Silalahi, S.I.K menyampaikan, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri memiliki peran strategis sebagai penghubung dan fasilitator dalam menjalin kerja sama dengan mitra kepolisian dari berbagai negara, termasuk Australia Federal Police.
Divhubinter memastikan agar kerja sama internasional dapat berjalan efektif, baik dalam bentuk pertukaran informasi, pelatihan, asistensi teknis, maupun operasi bersama.
“Program community awareness ini tidak hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga upaya membangun pemahaman kolektif tentang pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas batas. Pesan yang disampaikan oleh AFP bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk ditindaklanjuti, diinternalisasi, dan dipraktikkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Disisi lain, Polri menyadari bahwa masyarakat adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan. Informasi dari masyarakat sering kali menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap kasus-kasus besar, termasuk jaringan internasional.
“Karena itu, melalui kegiatan ini kita menegaskan bahwa Polri dan masyarakat adalah mitra sejati. Atas nama Polri, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Australia Federal Police, khususnya Ibu Jessy Whyte, yang telah hadir dan berbagi wawasan mengenai perkembangan kejahatan transnasional serta strategi penanggulangannya,” tutur Silalahi.
Kehadiran AFP di Kepulauan Aru, tambah Silalahi adalah bentuk nyata dari komitmen kerja sama internasional yang kuat antara Indonesia dan Australia dalam menjaga keamanan kawasan perbatasan.
Sedangkan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel saat menghadiri acara tersebut menyebutkan bahwa Kepulauan Aru adalah wilayah strategis yang terletak di garis depan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan posisi geografis tersebut, kita tidak hanya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga menghadapi tantangan serius berupa ancaman kejahatan lintas negara atau transnational crime. Beberapa di antaranya adalah penyelundupan narkotika, perdagangan orang, penyelundupan satwa dan hasil laut, hingga illegal fishing.
Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini memiliki arti yang sangat penting. Melalui program community awareness yang digagas Polres Kepulauan Aru bersama Australia Federal Police (AFP), kita semua diajak untuk memahami, menyadari, dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan kita masing-masing.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kita bersama,” jelas Kaidel.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Aru untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kewaspadaan.
“Mari kita menjadi masyarakat yang tanggap, peduli dan berani melaporkan jika menemukan potensi gangguan keamanan di sekitar kita. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa Kepulauan Aru tetap menjadi tanah yang damai, aman dan sejahtera,” tandas Bupati Kaidel.
Diakhir sambutannya, Kaidel berharap melalui kegiatan ini, kesadaran dan partisipasi masyarakat akan semakin meningkat, dan kerja sama dengan mitra internasional semakin kokoh.
“Mari kita jadikan Kepulauan Aru sebagai garda terdepan NKRI yang kuat, aman, dan berdaya saing,” pintahnya menegaskan.
Diketahui, Sosialisasi Community Awareness ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yakni AFP Liasion Officer Federal Agent Chad Aston, Banum Bagbatanas Set NCB Interpol Indonesia Handoko Ari Wibowo, S.Kom, AFP Local Staff Anas Kepolisian Australia dan AFP Mrs Jessy Whyte Kepolisian Australia.






