Dobo, Beritajar.com: Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat nelayan di pesisir, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo membagikan puluhan Pas Kecil (Sertifikat kapal) untuk nelayan di Aru, Rabu (17/9/2025).
Penyerahan pas kecil kepada 37 nelayan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs Mohammad Djumpa secara simbolis usai upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-54 di Bandara Rar Gwamar Dobo yang disaksikan Kepala UPP Kelas III Dobo, Rusman Wusurwut.
Kepala UPP Kelas III Dobo, Rusman Wusurwut kepada wartawan mengatakan bahwa bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 September 2025, kantor UPP Kelas III Dobo membagikan sejumlah pas kecil.
Pas Kecil, kata Wusurwut adalah dokumen penting yang wajib dimiliki oleh pemilik kapal nelayan berukuran di bawah 7 GT (Gross Tonnage), berfungsi sebagai bukti kepemilikan, identitas kapal dan kelengkapan berlayar.
“Jadi pas kecil ini tujuannya menurut secara aturan adalah ini adalah dokumen kapal yang wajib dilengkapi oleh pengguna transportasi kapal laut.
Untuk itu kami punya target kurang lebih ada 40, tetapi yang sudah berjalan adalah 37. Sehingga itu secara simbolis tadi kami serahkan kepada nelayan yang punya kapal atau speedboat yang sudah memiliki surat ukur,” katanya.
Menurutnya, tujuan daripada surat ukur ini adalah dapat digunakan di Pertamina untuk mereka saat melaut atau melakukan aktivitas kegiatan di laut, sudah ada persyaratan untuk bisa mendapatkan minyak subsidi di Pertamina.
“Harapan kami ke depan kegiatan untuk pas kecil ini bukan saja pada hari ini momentumnya, tetapi ini masih bisa berkelanjutan,” jelas Wusurwut.
Dirinya mengaku, mempunyai target kerja kedepannya kurang lebih mungkin 100 sampai 200 kapal kecil yang harus dicapai.
“Jadi dengan pas kecil ini tidak dipungut biaya dan gratis,” ungkapnya.
Selain itu, Kepala UPP Kelas III Dobo ini juga menyampaikan, pembuatan pas kecil tersebut berkolaborasi dengan Dinas Perikanan setempat dan pihaknya wajib hukumnya untuk memberikan pelayanan terutama dengan pengukuran kapal.
Olehnya diharapkan masyarakat yang belum memiliki surat pas kecil untuk kapal (speedboat) yang dibawa 7 GT bisa datang ke kantor guns mengurusnya sesuai dengan persyaratan untuk memiliki pas kecil ini.
“Dan mungkin sehari dua kami akan turun ke desa-desa untuk membantu mereka yang belum punya pas kecil tersebut, dan itu membantu mereka. Mungkin trennya adalah satu desa jadi percontohan, sehingga targetnya untuk sampai Desember itu sudah selesai untuk mereka punya pas kecil,” ucap Wusurwut.









