Dobo, Beritajar.com: Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel meminta agar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dilingkup Pemkab Aru menyusun dan menetapkan strategi yang tepat dan terukur dalam rancangan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) lima tahun ke depan dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) tahun 2026. Ini bertujuan untuk menentukan target kinerja pembangunan melalui program prioritas masing-masing OPD.
“Saya mengajak semua Pimpinan Perangkat Daerah untuk bekerja secara kolaboratif, memetakan prioritas pembangunan dengan cermat, dan memastikan bahwa setiap program yang digagas memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya saat membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah di Aula lantai II BPKAD Kepulauan Aru, Rabu (21/5/2025).
Menurut Kaidel, orientasi kita bukan sekedar berapa atau apa output yang akan dihasilkan dari setiap kegiatan yang direncanakan tetapi bagaimana manfaat dari program prioritas dan program unggulan yang kita rencanakan, baik di tahun 2025 maupun dalam Tahun 2026.
Untuk itu, dimasa pemerintahannya akan fokus pada beberapa hal strategis diantaranya:
(1) Melaksanakan, memantau dan mengendalikan pelaksanaan Program Unggulan (Aru Cerdas, Aru Sehat, Aru Produktif dan Maju, Aru Merata, Aru Harmonis, Aru Sejahtera dan Inklusif, Aru Akuntabel, Aru Bersih dan Indah, Aru Modern, Aru Aman dan Tentram, Aru Unggul dan Produktif dan Aru Mendunia:
(2) Melaksanakan kegiatan inovasi di setiap OPD/Dinas, Kecamatan dan Desa dalam mendukung program unggulan diatas;
(3) Melaksanakan proyek rintisan (pilot proyek) di 4 kecamatan sebagai pusat pelayanan publik; pusat data dan informasi daerah; dan pusat pemberdayaan masyarakat;
(4) Meningkatkan kapasitas Pemerintah Desa dan kecamatan dalam inovasi dan pengembangan komoditas unggulan desa;
(5) Meningkatkan prasarana dan sarana pendukung pembangunan desa, kecamatan dan antar wilayah;
(6) Menerapkan sistem informasi perencanaan, penganggaran, pengadaan, pengendalian dan evaluasi (e-Governance) secara konsisten;
(7) Meningkatkan produksi, produktivitas, nilai tambah dan pendapatan dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta kelautan dan perikanan;
(8) Meningkatkan nilai tambah dan pendapatan dari jasa pariwisata dan ekonomi kreatif; dan memperluas jaringan pemasaran;
(9) Memberdayakan dan menguatkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) terutama dari akses permodalan, manajamen usaha, teknologi produksi, informasi dan pemasaran;
(10) Meningkatkan penyediaan infrastruktur strategis terutama pembangunan jalan dan jaringan infrastruktur pendukung kawasan strategis ekosistem Laut Arafura.
“Lewat momen ini Saudara-saudara harus menyepakati dan menetapkan strategi yang tepat dan terukur, serta menentukan target kinerja pembangunan melalui program prioritasnya dalam rancangan Rencana Strategis Perangkat Daerah lima tahun kedepan dan Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2026 mendatang,” pintah Kaidel.
Dikatakan pula, Forum ini adalah momen penting untuk menentukan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras RKPD Tahun 2026 merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepulauan Aru Tahun 2025-2029.
“Yang mana beberapa waktu lalu kita bersama-sama telah mengikuti Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2025-2029, sehingga saya percaya bahwa setiap Kepala OPD sudah mempunyai gambaran kebijakan starategis dan arah pembangunan lima tahun masa kepemimpinan kami, dan secara khusus perlu ditegaskan bahwa lewat momen ini,” ujarnya.
Selain itu, kata Kaidel, secara paralel kita melakukan forum lintas perangkat daerah RPJMD ini dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah, karena ditahun 2025 ini merupakan tahun transisi perencanaan visi dan misi kita (Kaidel-Djumpa) terhadap visi dan misi pemerintahan yang lalu.
“Sehingga tahun 2026 merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan “Kepulauan Aru yang Maju, Mandiri, dan Harmonis Berbasis Ekosistem Ekonomi Laut Arafura yang Mendunia” yang perlu direncanakan secara matang dan terukur, dengan merujuk pada permasalahan atau isu-isu strategis daerah yang penting untuk kita kerjakan dan selesaikan bersama,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, sebagai daerah kepulauan yang kaya akan potensi kelautan, perikanan, dan keanekaragaman budaya, memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Namun kita juga diperhadapkan dengan tantangan seperti konektivitas antarpulau, akses pendidikan dan kesehatan, serta tingkat kemiskinan di masyarakat.
“Oleh karena itu, forum lintas perangkat daerah ini menjadi wadah strategis bagi kita untuk mensinergikan program dan kegiatan antar-Perangkat Daerah, mengintegrasikan usulan dari masyarakat serta pemangku kepentingan, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” jelas bupati.
Diakhir sambutannya, bupati Kaidel mengajak bahwa ditengah kondisi permasalahan daerah yang sangat kompleks di saat ini, kita harus optimis dan memiliki mimpi besar bersama, untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Kita juga harus optimis, bahwa dengan membangun tim kerja Pemerintah Daerah yang profesional, berkompetensi dan kapabel, maka kita akan mampu mengurai satu per satu permasalahan daerah ini dan mewujudkan Kepulauan Aru yang Maju, Mandiri, dan Harmonis Berbasis Ekosistem Ekonomi Laut Arafura yang Mendunia,” tandas Kaidel.






