Tiakur, BeritaJar.com: Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten MBD, Semuel F. Rupilu, ST, M.Si menyampaikan bahwa hingga saat ini aktifitas pelayaran kapal tol laut di MBD berjalan lancar, walaupun terjadi insiden baik di Pelabuhan Kisar maupun Moa.
Hak ini diungkapkan Kadishub MBD, Jumat (25/04/2025) menanggapi peristiwa di areal pelabuhan laut di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, ditahun 2025 ini, pemerintah pusat lewat Kementerian Perhubungan melaksanakan pelayanan publik angkutan barang atau tol laut di Kabupaten MBD dengan rute Pelabuhan Tanjung Perak, Kisar, Letti, Moa, Damer dan kembali ke Tanjung Perak.
“Rute diatas dilayari KM. Kutai Raya II dengan bobot kapal 4256 GT dan panjang kapal 100 meter yang beraktifitas seperti biasa hingga saat ini,” katanya.
Menurutnya, walaupun telah terjadi insiden saat di Pelabuhan Kisar, KM Kutai Raya bersinggungan dengan dermaga dan juga di Moa, kapal ini mengalami kandas saat olah gerak untuk sandar pelabuhan.
“Kapal juga kehilangan jangkar sehingga pelayaran ke Pelabuhan Damer terjadi omisi (dibatalkan), hal ini dilakukan untuk menghindari cuaca ekstrim pada saat oleh gerak dan labuh di pelabuhan Damer dan akan normal kembali pada trayek/voyage berikut,” jelas Kadishub.
Selain itu, lanjutnya, saat kandas, pihak kapal berkoordinasi dengan UPT Pelabuhan Wonreli dan Dinas Perhubungan MBD agar mengupayakan bantuan kapal tugboat untuk mengevakuasi ke pelabuhan dan hal itu diselesaikan atas bantuan kapal tugboat dari Perusahaan Batutua di Wetar.
Namun sambung Rupilu, KM. Kutai Raya II akhirnya sandar di dermaga Kaiwatu, sehingga ada gangguan teknis yang menyebabkan kapal tersebut tidak bisa keluar berlabuh jangkar. Ini yang menyebabkan kapal-kapal perintis dan lain sebagainya tidak bisa sandar untuk pelayanan turun naik orang maupun barang.
“Idealnya, kapal-kapal dengan bobot yang besar seperti itu, proses lepas sandar mesti di pandu kapal tugboat tetapi kita di MBD, kondisi dan status pelabuhan belum memenuhi persyaratan adanya kapal tugboat tersebut karena fungsinya untuk membantu kapal sandar dan lepas dari dermaga,” paparnya.
Hal ini bukan jadi hambatan pelayanan di MBD, karena sebelum insiden tersebut di tahun-tahun yang lalu, kapal dengan bobot yang sama sudah menyinggahi dan melaksanakan pelayanan dan tidak ada kendala seperti itu.
“Ini bisa jadi masalah teknis, baik cuaca ekstrim dan arus laut yang tinggi yang mungkin mempengaruhi sehingga terjadi insiden tersebut,” terang Rupilu.
Ditambahkan pula, kejadian tersebut sudah teratasi dan kapal tol laut sudah berlayar kembali dan aktifitas pelabuhan di MBD sudah normal seperti biasa.
Kadishub MBD juga menambahkan, pihaknya telah berkordinasi dengan UPP Kelas III Wonreli untuk dilakukan penyesuaian GT kapal sesuai kebutuhan Pengangkutan Barang dan kondisi pelabuhan di MBD.
Olehnya Ia berharap, pengembangan pelabuhan dapat dilakukan pada waktu mendatang agar menjamin dan mengakomodir kepentingan pelayaran di MBD dalam hal pelayanan kepada orang maupun barang dan jasa.
“Sudah dilakukan rencana induk pengembangan pelabuhan di Kabupaten MBD karena ini merupakan kewenangan pemerintah pusat maka kita terus berkoordinasi sehingga kedepan ada pengembangan dan peningkatan pelabuhan di MBD,” pintah Rupilu menjelaskan. (JQ)






